Alea melongo.Untuk beberapa detik, ia bahkan tidak yakin matanya sedang mempermainkannya atau tidak.Noah berdiri di depan pintu rumahnya.‘Bukannya Pak Andra bilang kalau akan menyelesaikan masalah Noah? Jadi harusnya Noah tidak datang kan? Kenapa malah ada di sini?’Jantungnya langsung jatuh ke perut. Sebelum ia sempat berkata apa pun, suara Sera terdengar dari belakang.“Siapa yang datang, Al?”Sera menyipitkan mata, mencoba melihat keluar.“Eh… itu Noah?”Nama itu baru saja keluar, ketika Keisha sudah berdiri di sampingnya.“Wah, dia beneran datang,”Pintu masih setengah terbuka. Noah berdiri canggung, membawa senyum ceria yang sopan.“Selamat malam, Kakak-kakak,” ucapnya.Sera langsung berubah ekspresi. Terlebih saat Noah menyodorkan sebuah tanaman di pot kecil untuk Alea. “Wah, dia bawa hadiah lho buat Alenta,” serunya.“Iya, ini buat Kak Alea. Tanaman Lemon Balm. Selain aromanya bisa untuk pengusir nyamuk, daunnya bisa diseduh untuk dibikin teh,” jelas Noah dengan antusias.A
Última atualização : 2026-10-05 Ler mais