“Oh, ini kakak yang kemarin, kan?”Darrel menunjuk ke arah Alea.Alea yang baru keluar dari lift seketika menghentikan langkah. Ia menatap bocah itu, lalu beralih kepada Andra yang berdiri di sampingnya.‘Kenapa Darrel ada di kantor? Dia masih ingat wajahku?’Alea melirik ke kanan dan kiri, mencari sosok Emma. Namun, perempuan itu tidak terlihat di sekitar mereka.“Oh, hai, Darrel.” Alea melambaikan tangan, berusaha tersenyum meski kebingungan. “Kamu sedang apa di sini?”Darrel tidak menjawab. Ia justru menarik tangan Andra, menggoyangkannya dengan penuh semangat.“Papa, mau makan malam sama Darrel?”Andra berjongkok di hadapan anaknya. Ia menyentuh dahi Darrel, kemudian mengusap rambutnya.“Mama di mana? Bukannya kamu masih demam? Harusnya kamu istirahat, kan?”Senyum Darrel perlahan menghilang. Ia menundukkan kepala, memainkan ujung bajunya tanpa menjawab.Sesaat kemudian, terdengar bunyi dari perutnya.Andra menghela napas. Ia langsung merengkuh Darrel ke dalam pelukannya.“Oke, ok
Última atualização : 2026-10-15 Ler mais