“Alenta, kamu sudah datang,”Suara familiar itu terdengar dari pintu butik. Lukas berdiri di sana, masih dengan penampilan yang rapi, tanpa jas. Kemejanya bersih, ekspresinya tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang seharusnya tahu apa yang sedang terjadi.Ada sesuatu di dalam dada Alea yang sempat menghangat. Akhirnya, seseorang yang seharusnya berada di sisinya.“Syukurlah, akhirnya kamu sampai,” suara Alea hampir terdengar seperti lega.Ia berjalan menghampiri Lukas. Langsung menggenggam tangannya, meminta dukungan.“Soal gaunnya, aku—” Alea membuka mulut, ingin bicara. Ingin menunjukkan gaun itu. Ingin bilang kalau ia tidak baik-baik saja.Tapi, pria itu menyelanya.“Kamu sudah pilih gaunnya?”Kalimat itu keluar dari mulut Lukas dengan mudahnya. Seolah ini hanya soal memilih warna kemeja.Sesuatu di dalam diri Alea langsung runtuh pelan, tanpa suara. Lukas melangkah mendekat, matanya sempat melirik gaun di meja. Hanya sekilas. Tanpa berhenti.“Kalau yang itu rusak, kita pilih ya
Última actualización : 2026-09-26 Leer más