Napas yang memburu dari dadaku yang bertelanjang dada bergesekan langsung dengan kain tipis pakaian tidur Karina. Di bawah temaram lampu kamar utama yang redup, wajah istriku tampak begitu memikat, membakar sisa-sisa kewarasanku yang sudah kupertahankan mati-matian selama berhari-hari. Kehadiran Bianca dengan handuk cokelatnya, godaan yoga Elena yang basah kuyup, bahkan sentuhan liar Nyonya Raline di dalam limosin mewah siang tadi, semuanya lenyap tak berbekas.Aku hanya menginginkan wanita ini. Istri sahku."Jul... kamu bener-bener gak sabar ya," bisik Karina lembut, menyunggingkan senyum tipis di bibirnya yang pucat karena kelelahan."Aku sudah menunggu terlalu lama, Rin. Berbulan-bulan aku tersiksa sendirian di rumah ini," jawabku dengan suara yang teramat serak, menahan gemuruh gairah yang sudah berada di ubun-ubun.Dengan gerakan yang cepat dan agresif, aku mulai melucuti selembar pakaian tidur merah menyala yang melekat di tubuh moleknya. Kain tipis itu meluncur jatuh begitu sa
Last Updated : 2026-09-24 Read more