Waktu berjalan terasa sangat lambat hingga jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul sembilan pagi. Pakaian kemeja kerjaku sudah terpasang rapi, kontras dengan gemuruh amarah yang sejak subuh tadi tertahan di dalam dada. Di tanganku, map dokumen berisi revisi cetak biru proyek resor Nyonya Raline tergenggam dengan sangat erat. Proyek bernilai miliaran rupiah ini menjadi satu-satunya pertaruhan harga diri kelelakianku yang masih tersisa.Langkah kakiku yang hendak menuju koridor depan apartemen mendadak tertahan oleh suara manja Bianca dari arah ruang tamu."Pagi, Mas Julian. Karina sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi," sapa Bianca sembari melempar senyuman penuh arti."Iya, aku tahu," jawabku pendek tanpa berniat menghentikan langkah kakiku sedikit pun."Istri kamu itu benar-benar gila kerja ya, sampai suaminya ditelantarkan terus dari semalam," sindirnya dengan nada provokatif."Jangan mencampuri urusan rumah tanggaku, Bianca," kataku ketus sembari berbelok ke arah dapur untuk
Last Updated : 2026-10-02 Read more