"Ayolah, Sayang… kita selesaikan malam ini," bisikku, mencoba menagih janji kemesraan yang sudah berbulan-bulan ia abaikan.Namun, Karina refleks memunggungiku, lalu menarik selimut tebal hingga menutupi lehernya. "Jangan sekarang, Julian. Aku capek banget," ucap Karina, desahan napasnya menyusul terdengar berat.Aku menahan tangan yang baru saja hendak mengusap bahunya, membiarkan jemariku menggantung di udara."Hanya beberapa menit saja, Rin. Kita bahkan hampir tidak pernah bicara minggu ini," bujukku, mencoba menahan rasa inferior yang mulai menekan di dada."Pekerjaan di kantor lagi numpuk, Jul. Tolong mengerti, aku butuh tidur karena besok harus presentasi pagi," jawabnya tanpa berniat menoleh sedikit pun ke arahku.Aku menarik kembali tanganku, mengepalkannya di bawah bantal untuk meredam rasa kecewa yang luar biasa menyakitkan.Sebagai arsitek lepas yang proyeknya sedang mandek, penolakannya malam ini terasa seperti tamparan keras yang menegaskan bahwa posisiku di rumah ini s
Last Updated : 2026-09-02 Read more