"Pak, Pak!" bisik Adeline dengan panik. Saga malah semakin merapatkan pelukannya dengan Adeline. "Ssst, kok panggilnya 'Pak' sih? Kampung banget, Yang. Panggil Sayang dong," kata Saga sambil memberinya kode dengan tatapan mata "ikutin aja permainanku". Adeline segera meringis. "A—ah iya, Sayang," balasnya kemudian dengan suara dibuat beda agar tidak dikenali oleh Halim. Halim segera mengerutkan dahi. "Ah, sayang sekali, padahal dia cantik sekali! Mata Anda benar-benar jeli," katanya lalu memujinya dengan menaikkan sampanyenya. Saga segera tersenyum. "Wanita saya tentu saja cantik," katanya. Halim terkekeh. "Anda beruntung, Pak. Oh ya, ada apa Anda mencari saya? Seingat saya, saya tidak pernah ada urusan dengan perusahaan Bapak," katanya kemudian. Saga berdeham dan kemudian menjawab. "Saya pemerhati saham. Tapi saya lihat beberapa lama ini, harganya berubah secara tidak wajar," katanya memulai. Halim segera mengerutkan kening. "Itu wajar dalam du
Last Updated : 2026-09-15 Read more