Suara itu berasal dari mobil yang berada paling belakang.Aku memicingkan mata, berusaha melihat menembus derasnya hujan. Namun, pandanganku sudah terlalu buram untuk menangkap sesuatu dengan jelas.Dari balik pintu mobil, muncul sesosok tubuh yang membungkuk. Sosok itu kemudian melambaikan tangan ke arahku.Ternyata, orang itu adalah Kakek Ferdy, tetanggaku.Kakek Ferdy tidak pernah memiliki anak. Istrinya pun sudah lama meninggal dunia. Sejak dulu, dia hidup seorang diri di ujung desa.Seingatku, sejak aku mulai mengenal dunia, Kakek Ferdy sudah menyayangiku seperti cucunya sendiri.Setiap kali Ibu menghukumku dan melarangku makan, Kakek Ferdy selalu diam-diam menyelipkan semangkuk bubur hangat lewat pintu belakang, menunggu sampai Ibu tidak memperhatikan.Setiap Tahun Baru, dia tak pernah lupa memberi aku dan adikku masing-masing sebuah amplop. Namun, tanpa sepengetahuan siapa pun, selalu ada uang 20 ribu tambahan yang diam-diam diselipkannya ke dalam amplop milikku.Kini, dia berge
Read more