“Daren, jangan ungkit masa lalu lagi, Nak,” terisak pelan. “Itu semua salah Mama. Mama yang bodoh dan terlalu percaya sama orang bule brengsek itu.”Daren mengepalkan tangan kirinya. Bayangan masa kecilnya yang selalu dihina sebagai anak haram dan dinistakan tetangga kembali berputar. “Iya, Ma. Daren minta maaf,” bisik Daren. “Daren janji bakal terus kerja keras, biar Mama bahagia.”Di seberang sana, terdengar suara ibunya yang masih terisak. “Ya, Nak. Mama percaya sama kamu. Jangan lupa sholat.”“Iya, Ma. Daren pamit. Assalamu'alaikum.”“Waalaikumsalam, Nak…”Panggilan berakhir. Daren menatap layar ponselnya sejenak. Saldonya berkurang menjadi Rp257.557.400. Sebuah senyuman tulus akhirnya terukir di wajahnya. Untuk pertama kalinya, dia bisa mengirimkan uang tanpa harus pusing memikirkan sisa beras dan tunggakan kontrakan. Daren bangkit berdiri, lalu berjalan menyeberangi jalan raya menuju sebuah dealer sepeda motor.Begitu melangkah masuk, seorang salesman muda yang berdiri di deka
Last Updated : 2026-09-09 Read more