"Mas Rayhan, kamu gila, ya?" bisik Cita tak percaya, mengabaikan tatapan tajam para warga di sekeliling mereka. Tanpa peduli lagi pada etika, ia mencengkeram lengan baju Rayhan dan menarik pria itu sedikit menjauh dari kerumunan, membawa mereka ke sudut teras kontrakan."Kenapa kamu malah setuju? Bukannya jelasin kalau ini salah paham dan salah kamu? Kenapa malah mau nikahin aku cuma gara-gara disudutkan warga? Kamu pikir pernikahan itu bercandaan?!" bisik Cita dengan napas memburu, air matanya masih menetes membasahi pipi.Rayhan menatap Cita dalam-dalam. Wajahnya yang selalu dingin itu membuat Cita merasa tak nyaman. Apa lagi tatapannya begitu tajam."Dengarkan aku dulu, Cita," bisik Rayhan, suaranya pelan tapi serius."Kamu pikir aku mau terjebak dalam situasi ini? Nggak. Tapi kamu lihat mereka. Mak Gonjreng sama warga sudah terlanjur gelap mata. Kalau kita terus-terusan nolak, mereka nggak akan berhenti. Besok pagi, nama kita bisa semakin hancur. Yang paling parah, Zain... kamu ma
Huling Na-update : 2026-09-09 Magbasa pa