“Tidak ada. Non Tera baik-baik saja.” Sekuriti itu kembali menegaskan. Tubuh gagahnya tegak menjulang, tak terpengaruh dengan kepanikan Suma.“Baik-baik bagaimana?” Suma tak terima. “Menurut Mama ....”“Maaf, Pak. Itu ‘kan menurut mamanya Pak Suma. Kenyataan di sini berbeda.”“Berbeda bagaimana?” Suma mencelang. “Jelas-jelas Mama bilang kalau Tera jatuh di kamar mandi.”“Nah!” Sekuriti yang sejak tadi mengajak berdebat itu menjentikkan jarinya. “Jatuh, Pak. Bukan musibah. Kalau musibah itu gempa bumi, tsunami, topan, badai, paling tidak banjir,” ujarnya sambil tersenyum.“Kalau itu tragedi!" Suma mendengkus. "Izinkan aku masuk ke dalam, Pak. Aku harus memastikan kondisi Tera. Dia baru saja pulang dari rumah sakit. Takutnya malah ….”Sekuriti mengangkat tangan dan meminta Suma berhenti mengoceh. “Maaf, Pak. Ini perintah dari majikan. Pak Haka sudah meminta dengan tegas kalau Pak Suma dilarang berkunjung ke sini. Apa pun alasannya.”“Tapi, Pak. Tera itu istriku. Bagaimana bisa aku dito
Terakhir Diperbarui : 2026-10-29 Baca selengkapnya