“Loh, Yaka ke mana?” Tera terdengar keberatan dengan pinta sang papa di ujung telepon.“Yaka ada meeting dengan perusahaan lain. Papa mendadak demam, Ra. Tolong, ya.” Papa Mahaka menjelaskan alasannya. “Tapi, Pa. Aku juga tidak paham materinya. Apa yang mau dibicarakan nanti?” Tera keberatan.“Tenang saja. Meeting-nya dengan Clev. Kamu sudah pernah bertemu dengannya sewaktu di Bali, Ingat, ‘kan?”Tera menyimak. Bibirnya merapat lalu bergerak ke kiri dan kanan. Dia tentu ingat dengan pria tampan yang katanya putra salah satu sahabat papanya itu. Namun, tidak ada kesan apa pun mengenai pria tersebut.“Mau, ya, Ra?” Papa Mahaka kembali membujuk putri bungsunya. “Papa mendadak tidak enak badan, Ra. Takutnya ada apa-apa di jalan.”Wanita cantik itu masih diam. Dia tengah berada di lobi dan siap keluar mencari makan siang setelah beberapa jam berkutat dengan pekerjaan kantor.“Oke, Ra? Kamu saja yang bertemu dengan Clev. Kalian sudah pernah kenal sebelum ini. Harusnya tidak masalah, ‘kan?”
Last Updated : 2026-09-28 Read more