“Masalah aku dan Tera, please jangan ikut campur, Ma. Kami sudah sama-sama dewasa.” Suma mengabaikan pinta sang mama mertua yang memohon agar dia dan Tera berpisah.“Untuk apa kamu bersikukuh tetap bersama? Toh, selama ini kamu tidak mencintai Tera. Yang ada di dalam hatimu itu Inggit, ‘kan?” tuduh Mama Nayala. “Kalau memang kamu masih ingin bersama Inggit, silakan saja. Kami tidak akan melarang.”Suma duduk membelakangi mertuanya lalu menggeleng pelan. “Yang kamu lakukan selama ini hanya menyakiti Tera. Jadi, please. Lepaskan putriku.”“Aku dan Tera sudah menikah, Ma. Please, jangan ikut campur. Aku hanya mau bicara dengan Tera terkait hubungan kami.” Suma bersikeras. Perhatian pria muda itu beralih saat merasakan pergerakan di tangannya. Tera terjaga dan menggerakkan jarinya.“Ra, kamu sudah bangun?” Suma tiba-tiba bersemangat. Namun, gelora itu tak bertahan lama. Hatinya teriris ketika tatapan terkunci pada lebam di wajah sang istri. Perlahan, pandangan berpindah ke area lain, m
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-24 Mehr lesen