“Kamu mulai berubah, Beb.” Penglihatan Inggit mengembun. Hatinya terluka mengantar kepergian Suma dan Tera yang berangkat kerja bersama. Ditatapnya terus menerus hingga ekor mobil berbelok dan menghilang dari pandangan, derunya lenyap dari pendengaran.“Bukan Suma yang berubah, Inggit.” Ibu Rosmi muncul tiba-tiba dan mendekati putrinya. Jujur, hati kecil wanita tua itu pun merasa iba. Akan tetapi, sejauh ini Inggit belum mau sadar dan berubah.“Ibu?” Inggit merengut. “Kamu mau jadi apa berdiri mengintip di sini. Kalau kamu tidak mau ikut berubah, hidupmu akan jalan di tempat, Nak.”“Suma berubah, Bu. Padahal, dia janji akan memperjuangkan hubungan kami. Ternyata ....”Ibu Rosmi tersenyum. “Perjuangan macam apa? Yang Ibu lihat, dia memperjuangkan istrinya, bukan kamu, Nak. Sadarlah. Kamu tidak melihat apa yang terjadi kemarin sore.”Tubuh Inggit membeku. Menajamkan pendengaran, dia siap mendengar cerita ibunya. Selama ini memilih tinggal di apartemen Suma, banyak cerita yang dilewatka
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-16 Mehr lesen