Gemericik hujan di luar kaca jendela kafe meredup menjadi rintik-rintik halus yang meluncur lambat.Di sudut meja kayu yang remang, keheningan berjalan panjang. Uap teh di di atas meja telah hilang sepenuhnya, menyisakan cairan dingin yang tak tersentuh.Raka memandangi map di bawah jemarinya. Tangannya yang biasanya stabil saat menandatangani berkas-berkas investasi bernilai miliaran rupiah kini bergetar halus.Ada rasa ragu yang menahan pergerakan jemarinya, seolah menarik tali simpul pada map tersebut akan meruntuhkan sisa-sisa pertahanan yang ia bangun selama bertahun-tahun.Nara menatap pergerakan tangan suaminya tanpa berkedip. Dada sang pramugari naik turun pelan, mengatur napasnya agar tetap tenang di tengah gelombang cemas yang merayap naik ke tenggorokan."Buka map ini, Nara," ucap Raka lirih. Intonasinya terdengar amat lelah, dipenuhi beratnya beban yang selama ini ia pikul sendirian.Raka perlahan menggeser map itu melintasi perm
Dernière mise à jour : 2026-11-07 Read More