Malam baru saja jatuh ketika sedan hitam Raka melaju pelan membelah gerbang perumahan.Di dalam rumah dua lantai yang temaram, Nara duduk bersandar kaku di sudut sofa ruang tengah.Tubuhnya kelelahan pasca-penerbangan rute Surabaya, namun kepalanya jauh lebih liar berputar akibat manipulasi Dion di ruang penyiapan tadi siang.Dion telah mengunci seluruh jadwal terbangnya tanpa sisa.Setiap harinya kini terkunci di bawah pengawasan langsung sang Kapten, menutup seluruh celah kebebasan yang Nara miliki.Suara langkah kaki Raka terdengar teratur melintasi lantai marmer.Pria itu melepas jas kantornya, menyampirkannya santai di sandaran sofa, lalu memiringkan kepala menatap Nara yang membisu."Kamu baru sampai rumah?" tanya Raka datar, suaranya terdengar letih."Iya, rute dari Surabaya sempat padat di apron," jawab Nara singkat, memfokuskan pandangannya pada cangkir teh hangat yang memudar uapnya di meja.Raka baru saja hend
Dernière mise à jour : 2026-10-21 Read More