Pagi itu, sinar matahari merayap masuk melintasi celah tirai kamar utama lantai dua.Suasana rumah terasa begitu hening, menyisakan dingin yang kaku sejak pertengkaran di dalam mobil beberapa hari lalu.Nara terbangun, memandangi sisi tempat tidur di sebelahnya yang sudah rapi dan kosong. Tidak ada jejak keberadaan Raka di sana.Nara bangkit perlahan, meraih ponselnya di atas meja nakas. Hari ini adalah tanggal dua puluh empat September—hari ulang tahunnya yang ke dua puluh delapan.Nara menatap layar kaca ponselnya dengan setitik harapan samar yang jujur masih tersisa. Ia membuka aplikasi pesan, berharap menemukan setidaknya ucapan singkat dari suaminya.Namun, yang terpampang di layar hanyalah deretan notifikasi dari bank, promosi toko pakaian, dan beberapa ucapan selamat dari rekan sesama pramugari.Kolom percakapan dengan Raka tetap membisu tanpa baris kata baru.Nara menghembuskan napas panjang, melangkah turun ke lantai ba
Dernière mise à jour : 2026-10-18 Read More