Kraakk… KreekkSuara persendian tulang warga yang terkilir akibat paksaan gerakan abnormal itu terdengar samar di antara hembusan angin. Kebocoran segel gerbang telah merenggut penuh kesadaran sebagian warga desa, menyeret mereka ke dalam suatu fenomena wabah menari yang mengerikan.Di balik rimbun semak belukar yang meranggas di tepi jalan desa, Gardan dan Yara meringkuk. “Dancing Plague… 1518… Strasbourg,” bisik Gardan terbata-bata, tiba-tiba. Yara yang berada persis di sampingnya mengerutkan dahi. “Dan, opo toh? Kamu ngomong opo, Dan?” tanya Yara, memastikan bahwa pikiran Gardan masih waras. “Serius kamu belum pernah denger?” Gardan balik bertanya yang hanya direspon Yara dengan gelengan kepala. “Dulu, pernah ada wabah menari di Paris. Orang-orang nari tanpa musik,” Gardan menjelaskan dengan serius. “Konon, ratusan orang tewas, karena nggak bisa berhenti menari. Mereka… mati kelelahan.” Gardan memasang ekspresi ngeri di wajahnya. Mendengar penjelasan Gardan, Yara kemudian me
Last Updated : 2026-09-21 Read more