“Jadi, kita masuk dari lapangan tempat kedua anak itu terakhir terlihat?” tanya Gardan sambil memperhatikan Sang Siluman yang sedang duduk di seberang meja.“Ora kita,” sahut Yara. “Aku sing masuk.”Gardan menoleh dalam bingung. Yara mengambil selembar kertas bekas dari bawah meja, lalu menggambar sebuah lingkaran besar menggunakan pensil yang ditemukannya di atas meja dekat kaleng biskuit.Di dalam lingkaran itu, ia membuat beberapa garis tidak beraturan sebelum menambahkan sebuah titik kecil di salah satu sisinya.“Kita anggap iki Ruang Antara,” ujarnya. “Menurut ceritane Sang Siluman, tempat itu gelap, kan?”Sang Siluman mengangguk. “Setidaknya bagian-bagian yang pernah kulihat.”“Anak-anak itu butuh tempat buat turu, mangan, dan dolanan. Kalau teoriku bener, di tempat itu mesti ono bagian sing punya cahaya.”Gardan memperhatikan gambar tersebut. “Kamu yakin? Mereka di tempat yang terang?”“Yo, belum tentu bener, tapi aku kehabisan ide. Kamu punya cara lain?”Gardan menatapnya, la
Last Updated : 2026-10-17 Read more