Siti perlahan mengulurkan tangannya, mencoba meraih tangan Gardan yang masih mengepal di sisi tubuhnya. Ujung jemarinya menyentuh punggung tangan pemuda itu sebelum akhirnya menggenggamnya dengan hati-hati. "Dan..." panggil Siti lirih.Gardan menunduk, memperhatikan tangan Siti yang menggenggam tangannya. Untuk beberapa saat, ia membiarkannya. Tetapi ketika Siti mencoba mempererat genggaman tersebut, Gardan justru perlahan menarik tangannya."Maaf, Sit. Aku... mau keluar sebentar. Cari angin."Siti mendongak. "Dan, aku...""Nanti kita ngobrol lagi, ya," potong Gardan. Ia berusaha tersenyum, tetapi wajahnya justru terlihat semakin canggung. Ia kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu warung tanpa menunggu jawaban Siti.Yara yang sejak tadi memperhatikan keduanya segera bangkit dari kursinya."Dan! Gardan!"Namun, Gardan tetap berjalan hingga akhirnya menghilang di balik pintu warung.Siti menundukkan wajahnya. Air mata yang sempat mereda kembali mengalir di kedua pipinya. "Ini
Last Updated : 2026-10-28 Read more