Suara alarm yang menjerit-jerit yang bersumber dari ponselnya membuat tubuh mungil Ofelia menggeliat. Kalau saja tidak ingat hari ini dia harus ke kantor, pastilah Ofelia masih meringkuk malas di kasurnya yang empuk. Dengan helaan napas berat, dia memaksa dirinya bangkit, mandi, dan mengenakan pakaian kerja berupa kemeja serta rok. Saat melangkah menuju ruang makan, wajah gembira Ambar menyambutnya. Ibunya itu berdiri di dekat cermin besar, membolak-balikkan kedua telapak tangannya. "Cantik, kan, cincin Mama, Fe?" celetuk Ambar begitu melihat Ofelia melintas. Wanita itu langsung memamerkan jemarinya. Hampir di setiap jari tangan kiri dan kanannya melingkar aneka cincin emas. Ambar terlihat bagai orang kaya baru yang haus validasi. Dia juga menunjukkan pergelangan tangan dan lehernya yang berhias gelang dan kalung. "Om Rhysaka yang beliin buat Mama. Tapi ini belum seberapa, masih banyak lagi di kamar. Kamu lihat, kan? Ini baru namanya hidup!" cerocos Ambar bangga. Ofelia menghentik
Last Updated : 2026-09-19 Read more