"Hujannya makin deras ya, Lang?""Iya, Bu. Tapi tenang saja, kita sudah sampai di halaman villa."Elang mematikan mesin mobil. Di luar, hujan mengguyur deras villa keluarga Adhitama yang berlokasi di kawasan Puncak. Suasananya cukup sepi dan hanya diterangi lampu yang remang-remang. Tanpa membuang waktu, Elang membuka pintu kemudi, mengembangkan payung lalu memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Rania."Awas licin, Bu," kata Elang pelan sambil mengulurkan sebelah tangannya."Terima kasih ya, Elang," ucap Rania seraya menyambut uluran tangan itu. Ia menatap kemeja supir pribadinya yang mulai basah terkena tempias. "Harusnya kamu pakai jaket, Lang. Baju kamu jadi basah lagi.""Sudah biasa, Bu. Yang penting Ibu tidak kehujanan," jawab Elang santai, meski rahangnya sedikit mengeras menahan hawa dingin malam.Saat mereka melangkah masuk ke teras, Mang Ujang, penjaga villa yang sudah bekerja belasan tahun di sana, langsung menyambut dengan senyum ramah."Eh, Bu Rania! Mari masuk, Bu. D
Last Updated : 2026-09-15 Read more