Keanu tetap berada di Arunika Selatan selama dua minggu.Dia tidak lagi mendekatiku. Setiap hari, dia hanya duduk di kedai kopi seberang jalan.Seberapa larut pun aku bekerja, kedai itu selalu masih menyala.Suatu malam, sakit perutku kambuh begitu parah sampai aku nyaris tidak kuat berdiri ketika berada di lobi.Keanu langsung berlari menyeberang jalan dan menopang tubuhku.Aku mencium aroma kopi dari pakaiannya dan melihat kepanikan yang tidak sempat dia sembunyikan.Untuk sesaat, tanpa sadar, tanganku mencengkeram lengan bajunya.Seluruh tubuhnya langsung menegang. Bahkan napasnya berubah menjadi pendek."Obatnya ada di mobil. Biar aku ambil."Dia mulai mengangkat tubuhku, tetapi aku melepaskan peganganku dan berpegangan pada pagar di tepi trotoar."Jangan sentuh aku."Dia langsung berhenti.Beberapa detik kemudian, dia melepas jasnya, membentangkannya di atas bangku agar aku bisa duduk, lalu pergi mengambil obat.Saat kembali, dia meletakkan air minum dan obat itu dalam jangkauanku
Read more