Share

Bab 6

Author: Anonymous
Keanu tetap berada di Arunika Selatan selama dua minggu.

Dia tidak lagi mendekatiku. Setiap hari, dia hanya duduk di kedai kopi seberang jalan.

Seberapa larut pun aku bekerja, kedai itu selalu masih menyala.

Suatu malam, sakit perutku kambuh begitu parah sampai aku nyaris tidak kuat berdiri ketika berada di lobi.

Keanu langsung berlari menyeberang jalan dan menopang tubuhku.

Aku mencium aroma kopi dari pakaiannya dan melihat kepanikan yang tidak sempat dia sembunyikan.

Untuk sesaat, tanpa sadar,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin yang Memilih Pergi   Bab 10

    Dua tahun kemudian, cabang Arunika Selatan ditingkatkan menjadi kantor regional.Aku dipromosikan yang dari manajer cabang menjadi direktur regional.Pada hari orang tuaku melunasi cicilan terakhir, Ibu menelepon.Suaranya terdengar jauh lebih tua."Kesehatan Ayahmu menurun dan Viona sudah pindah ke luar kota. Sekarang nggak ada lagi orang di rumah yang bisa diajak bicara.""Pulanglah untuk makan malam saat liburan nanti.""Ibu akan memasak makanan kesukaanmu."Aku tidak langsung menolaknya."Kita lihat nanti. Mungkin aku nggak punya waktu."Dia terdiam cukup lama."Gresya, dulu Ibu selalu mengira kamu bisa mengurus semuanya sendiri, jadi Ibu merasa nggak perlu terlalu mengkhawatirkanmu.""Baru belakangan Ibu sadar, anak yang nggak pernah mengeluh pun tetap bisa terluka."Pemahaman yang datang terlambat tidak bisa mengubah masa lalu.Tapi sekarang, aku tidak lagi membutuhkan rasa dendam hanya untuk menjaga jarak."Jaga diri baik-baik."Aku menutup telepon dan menghapus nomor Ibu dari d

  • Pengantin yang Memilih Pergi   Bab 9

    "Gresya."Keanu menyerahkan sebuah kantong kepadaku.Di dalamnya ada cincin pertunangan."Kamu meninggalkannya di meja. Aku nggak sanggup melihatnya.""Sekarang aku mengembalikannya padamu.""Kamu bisa menjualnya atau membuangnya."Aku menerima kantong itu."Masih ada yang lain?"Dia menggeleng.Setelah itu, aku menuruni tangga. Untuk waktu yang cukup lama, tidak terdengar suara apa pun di belakangku. Ketika akhirnya aku menoleh, dia masih berdiri di tempat yang sama. Matanya memerah, tetapi dia tidak mengejarku. Keanu akhirnya belajar menghargai keputusanku untuk pergi.Hanya saja, semuanya sudah terlambat.Arunika Selatan turun salju untuk pertama kalinya bahkan sebelum musim dingin dimulai.Aku menjual cincin itu dan menggunakan uangnya untuk mengikuti kursus desain furnitur.Bukan karena aku ingin terus mengingat seseorang.Uang itu memang selalu milikku. Aku hanya ingin menggunakannya untuk diriku sendiri.Di pameran, karyaku meraih juara pertama.Setelah pameran selesai, aku meli

  • Pengantin yang Memilih Pergi   Bab 8

    Orang tuaku tidak mengembalikan uangnya sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.Setelah pengacaraku mengirimkan surat tuntutan secara resmi, Ibu meninggalkan puluhan pesan suara untukku.Dia bilang aku tidak punya hati, masalah keluarga seharusnya tidak diumbar ke publik, dan Viona jatuh sakit gara-gara aku.Aku tidak membalas satu pun pesan yang dikirimkan.Sebulan kemudian, proses mediasi dimulai.Aku membawa bukti transfer bank dan tangkapan layar percakapan kami untuk ditunjukkan dalam mediasi.Ayah masih diliputi amarah."Anak macam apa yang membawa orang tuanya sendiri ke pengadilan?"Mediator telah selesai memeriksa semua bukti."Pak Rendra, Anda beberapa kali menyatakan bahwa uang ini digunakan untuk uang muka rumah atas nama Gresya Maheswari.""Namun, berdasarkan bukti yang ada, 960 juta ditransfer ke rekening Viona Maheswari dan digunakan untuk membayar biaya pendidikan ke luar negeri.""Ini merupakan salah satu penyalahgunaan dalam pinjaman."Aku terdiam membeku.Viona t

  • Pengantin yang Memilih Pergi   Bab 7

    Hari pembukaan cabang Arunika Selatan, Ayah dan Ibu datang bersama Viona.Ibu membawa sekotak kue, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa."Adikmu datang secara khusus untuk minta maaf sama kamu."Viona terus menundukkan kepala."Maaf, Kak.""Aku seharusnya nggak pindah ke apartemenmu. Aku juga nggak seharusnya mencoba gaun pengantinmu. Dan aku nggak seharusnya terus mengganggu Keanu.""Aku cuma selalu iri sama kamu.""Kamu punya nilai bagus, karier yang bagus. Semua orang menganggap kamu orang yang bisa diandalkan. Aku terlalu takut dianggap nggak berguna sampai akhirnya aku terus bergantung pada kalian semua."Beberapa rekan kerja berlalu-lalang di sekitar kami.Ibu meraih tanganku."Lihat? Viona sudah minta maaf. Kita ini keluarga dan kamu nggak mungkin terus menyalahkan dia selamanya."Aku menarik kembali tanganku."Dia minta maaf untuk apa?""Tentu saja supaya kamu mau pulang.""Aku nggak akan pulang."Wajah Ayah memerah menahan marah."Kami naik kereta selama tiga jam buat mene

  • Pengantin yang Memilih Pergi   Bab 6

    Keanu tetap berada di Arunika Selatan selama dua minggu.Dia tidak lagi mendekatiku. Setiap hari, dia hanya duduk di kedai kopi seberang jalan.Seberapa larut pun aku bekerja, kedai itu selalu masih menyala.Suatu malam, sakit perutku kambuh begitu parah sampai aku nyaris tidak kuat berdiri ketika berada di lobi.Keanu langsung berlari menyeberang jalan dan menopang tubuhku.Aku mencium aroma kopi dari pakaiannya dan melihat kepanikan yang tidak sempat dia sembunyikan.Untuk sesaat, tanpa sadar, tanganku mencengkeram lengan bajunya.Seluruh tubuhnya langsung menegang. Bahkan napasnya berubah menjadi pendek."Obatnya ada di mobil. Biar aku ambil."Dia mulai mengangkat tubuhku, tetapi aku melepaskan peganganku dan berpegangan pada pagar di tepi trotoar."Jangan sentuh aku."Dia langsung berhenti.Beberapa detik kemudian, dia melepas jasnya, membentangkannya di atas bangku agar aku bisa duduk, lalu pergi mengambil obat.Saat kembali, dia meletakkan air minum dan obat itu dalam jangkauanku

  • Pengantin yang Memilih Pergi   Bab 5

    Keanu meraih pergelangan tanganku."Semua ini cuma karena Viona pindah ke sini?""Bukan."Aku melepaskan jemarinya satu per satu dari pergelangan tanganku."Ini karena selama lebih dari dua puluh tahun, aku menunggu salah satu dari kalian untuk membelaku. Sekali saja.""Aku sudah terlalu lelah menunggu."Malam itu, aku menerima tawaran mutasi ke cabang Arunika Selatan.Sebelum fajar, aku mengemasi barang-barangku, menghapus semua berkas pernikahan, lalu keluar dari grup keluarga.…Aku baru dua hari berada di Arunika Selatan ketika Keanu tiba-tiba muncul di kantorku.Dari balik dinding kaca ruang rapat, aku melihatnya berdiri di meja resepsionis.Setelan jasnya kusut. Lingkaran hitam di bawah matanya, membuatnya terlihat seperti tidak tidur semalaman.Seorang rekan kerja bertanya, "Bu Gresya, Ibu kenal dia?""Iya aku kenal.""Perlu aku suruh masuk?""Nggak perlu."Aku kembali memeriksa daftar barang apa saja yang masih diperlukan untuk membuka cabang di Arunika Selatan.Setengah jam ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status