Short
Pengantin yang Memilih Pergi

Pengantin yang Memilih Pergi

Por:  AnonymousCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Capítulos
7vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Di sebuah pesta menjelang pernikahan kami, aku tanpa sengaja menemukan sebuah postingan berupa pertanyaan untuk pasangan di internet. [Kalau bukan aku orangnya, siapa orang yang ingin kamu nikahi?] Aku tersenyum sambil menunjukkan pertanyaan itu kepada tunanganku, Keanu Adinata. Dia bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawabnya. "Viona." Viona Maheswari adalah adik perempuanku. Sahabatku langsung ikut menimpali. "Jujur saja, Viona memang paling mengerti Keanu. Setiap kali kalian berdua bertengkar, dia yang menemani Keanu ngobrol sampai pagi." Viona mengulurkan tangannya dan memukul pelan dada Keanu, pura-pura kesal. "Jaga tunanganmu baik-baik, Kak. Jangan sampai dia terus menerus kangen sama aku." Seketika, semua orang yang ada di meja makan tertawa. Ibuku, Marisa Maheswari, ikut terkekeh geli. "Kan cuma bercanda. Lagi pula, Viona tidak pernah mengeluh seperti kamu. Wajar kalau Keanu menyukainya." Keanu melirik ke arahku. "Cuma bercanda. Masa begitu saja kamu nggak bisa terima?" Aku tidak menjawab, hanya menunduk, menatap formulir konfirmasi yang baru saja dikirim oleh pihak yang mengurus pernikahan kami. Gaun pengantin, buket bunga, musik, menu makanan. Semuanya dipilih sesuai selera Viona. Jadi, dari awal sampai akhir, pernikahan ini hanya memiliki satu hal yang benar-benar menjadi milikku. Namaku yang tertulis sebagai pengantin wanita. Kalau siapa pun bisa menjadi pengantinnya, lalu buat apa aku menikah?

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Aku keluar dari ruang makan yang telah kami pesan khusus dan tidak lama kemudian, telepon dari pihak pengurus pernikahan kami masuk.

"Bu Gresya, apa ukuran pinggang gaunnya tetap mau dilonggarkan sekitar 2,5 cm?"

Aku berhenti melangkah.

"Ukuran tubuhku nggak berubah."

Hening beberapa detik di ujung telepon.

"Bu Viona bilang gaun pengantinnya akan diubah menjadi gaun resepsi setelah akad selesai. Katanya, kalau tetap pakai ukuran yang sekarang, gaunnya mungkin akan terlalu sempit untuknya."

Genggaman pada ponselku semakin erat.

"Siapa yang memberinya izin untuk memakai gaun pengantinku?"

"Pak Keanu yang mengizinkan, Bu. Katanya, karena Ibu Gresya dan Ibu Viona kakak dan adik. Jadi soal ukuran gaunnya nggak perlu terlalu dipermasalahkan. Beliau pikir Ibu pasti setuju."

Pintu ruang makan itu terbuka. Keanu keluar dan langsung menyampirkan jasnya ke bahuku.

Dia selalu menyadari kalau aku kedinginan. Setiap kali aku memakai sepatu hak tinggi, dia juga selalu menyiapkan sepasang sepatu di dalam mobil.

Dulu, aku menganggap semua perhatian kecil itu sebagai bukti cinta.

Sekarang aku mengerti. Dia memang selalu menjagaku. Tapi dia juga selalu mengambil keputusan mewakiliku.

"Kenapa ukuran gaunnya diubah mengikuti ukuran Viona?"

Keanu mengernyit.

"Dia hanya akan memakainya sekali, setelah akad kok. Lagipula pesanan gaun miliknya sedang bermasalah. Mana mungkin dia datang ke resepsi tanpa memakai pakaian yang layak?"

"Itu gaun pengantinku."

"Gresya, dia adikmu. Jangan egois dan berlebihan."

Kalimat itu lagi.

Waktu kami masih kecil dan Viona memecahkan kotak musikku, Ibu hanya berkata bahwa dia masih kecil.

Setelah lulus SMA, rencana liburan setelah kelulusanku pun dibatalkan demi acara kemah musim panas Viona. Rendra Maheswari, yang juga merupakan ayahku, mengatakan hal yang sama.

Semua orang selalu menyuruhku untuk tidak memperbesar masalah.

Karena Viona adalah adik bungsuku, semua yang kumiliki seolah otomatis menjadi miliknya juga.

"Kenapa kamu nggak tanya aku dulu?"

"Aku yakin kamu akan mengizinkannya."

"Kenapa kamu yakin aku akan mengizinkannya?"

Dia terdiam sebentar.

"Viona sudah terlanjur memberi tahu teman-temannya."

Jadi, Keanu memang datang untuk tidak meminta pendapatku.

Dia hanya datang untuk memberitahuku keputusan yang sudah dibuatnya.

Aku tidak mengerti. Kenapa orang tuaku, keluargaku, bahkan tunanganku sendiri selalu menempatkanku di belakang Viona?

Ponselku bergetar. Ibu menyuruh kami datang untuk mencicipi menu hidangan pernikahan.

Aku menolak, dan tak lama kemudian Ibu langsung menelepon lagi.

"Pernikahan tinggal beberapa hari lagi. Drama apa lagi yang mau kamu buat sekarang?"

"Seluruh menunya dipilih berdasarkan kesukaan Viona. Untuk apa aku datang?"

"Kamu kan sibuk kerja. Apa salahnya kalau adikmu ikut membantu mengurusnya?"

"Aku nggak suka sup krim udang dan puding mangga."

Ibu terdiam sebentar.

"Menunya nggak hanya dua itu saja. Memangnya kalau kamu nggak makan dua hidangan itu, kamu akan kelaparan?"

"Tapi ini pesta pernikahanku. Bukankah seharusnya seleraku yang diutamakan?"

"Kamu dari dulu sudah mendapatkan semuanya. Viona selama ini sudah repot membantumu, mengurus banyak hal untukmu, dan sekarang kamu bahkan nggak membiarkan dia memilih beberapa makanan yang dia suka?"

Aku tertawa kecil.

Setiap kali Viona mengambil sesuatu dariku, mereka selalu punya cara untuk memutarbalikkannya, seolah-olah Viona-lah yang menjadi korban dan tersakiti.

Dan setiap kali aku menolak, mereka selalu menganggap itu sebagai bukti bahwa akulah yang suka mempersulit keadaan.

Keanu mengambil ponsel dari tanganku.

"Jangan khawatir, Bu. Aku akan membawanya ke sana."

Setelah menutup telepon, dia mengacak rambutku.

"Jangan ngambek. Nanti setelah makan malam, aku akan membelikanmu kue stroberi."

Enam tahun lalu, saat Viona menghilangkan karya yang kuikutsertakan dalam sebuah lomba, Keanu juga menghiburku dengan cara yang sama.

Dia datang membawa kue di tengah hujan dan berkata, "Viona masih kecil. Aku akan melakukan sesuatu sebagai ganti untuk menebusnya, ya."

Sejak saat itu, setiap kali Viona mengambil sesuatu dariku, Keanu selalu memberiku kompensasi kecil. Seolah-olah dengan begitu, aku harus melupakan semuanya dan menelan rasa kesalku begitu saja.

"Keanu, aku tidak mau kue."

Dia menatapku.

Aku mengembalikan jasnya lalu masuk ke dalam lift.

Sesaat sebelum pintu lift tertutup, Keanu menyelipkan tangannya di antara kedua pintu.

Aku menghela napas dalam hati.

Entah kenapa, aku merasa bahwa semuanya terasa begitu tidak ada gunanya.

"Gresya, kamu sudah dewasa. Berhenti membuat keributan di mana pun kamu berada."

Aku menatap tangannya yang memerah karena terjepit pintu, lalu aku menekan tombol untuk membuka pintu.

Keanu mengembuskan napas lega, dia mengira aku akan menyerah lagi.

Namun aku justru mundur satu langkah, lalu dua langkah. Sampai akhirnya aku berdiri di sisi paling belakang lift.

"Aku cuma ingin memberitahumu sesuatu. Kue stroberi itu makanan kesukaan Viona."

"Dan yang aku suka, kue cokelat."

Pintu lift kembali menutup.

Keanu masih berdiri di luar. Dan untuk pertama kalinya, dia tidak mengejarku.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
10 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status