Ciuman itu tidak dingin, juga tidak lembut. Efek obat berbahaya yang membakar tubuh Kenzo menghancurkan sisa akal sehatnya. Setiap helaan napasnya berubah menjadi desakan gairah yang menuntut. Sensasi basah dan panas di bibir gadis itu terasa begitu nyata, menyita seluruh pasokan udara di paru-paru Mentari. Tangan kokoh Kenzo mencerabut jarak yang tersisa, meremas pinggang Mentari erat-erat hingga tubuh kecil itu menempel tanpa celah di bawah kurungan tubuh tegap sang CEO. "Mmph... P-Pak Kenzo... lepas..." rintih Mentari di sela gerakan bibir Kenzo yang makin liar. "Diamlah.... " "J-jangan, Pak, saya mohon, jangan!" Mentari meronta, kedua tangannya mendorong dada bidang Kenzo dengan sisa tenaga. Namun, perlawanan itu justru makin memancing insting liar Kenzo. "Argh, brengsek... kamu bisa diam tidak?!" Mentari menggelengkan kepalanya. "Berhenti, ini salah, saya mohon..." Hilangnya kendali akibat gairah obat membuat jemari kokoh Kenzo bergerak kasar mencengkeram kera
Last Updated : 2026-09-23 Read more