Mentari hanya bisa terdiam membisu. Di dalam hatinya, ia tahu pasti siapa sosok wanita yang sedang dimaksud oleh Kenzo saat ini. Wanita bernama Sasa, seseorang yang sangat dicintai oleh pria ini hingga membuatnya hancur dan berantakan seperti ini. "Waktu kamu menangis..." Kenzo menghentikan usapan jarinya, menatap mata Mentari makin dalam. "Kamu sangat mirip dengannya. Dan itu membuat hatiku sakit." Rasa iba sempat melintas di dada Mentari melihat guratan luka di wajah tegap itu. Namun, menyadari situasi di antara mereka makin tidak wajar, Mentari mencoba memegang pergelangan tangan Kenzo untuk melepaskan cengkeramannya dari tubuhnya. "Pak, tolong lepaskan saya," pinta Mentari pelan. Bukannya melepaskan, Kenzo justru bertindak lebih jauh. Dengan cepat dan tanpa diduga, Kenzo mengangkat tubuh mungil Mentari ke atas meja kerja kayunya yang megah, menyingkirkan beberapa map berkas ke samping hingga menimbulkan suara gaduh pendek. Mentari tersentak dan reflek memegang tepi meja.
Terakhir Diperbarui : 2026-09-29 Baca selengkapnya