Di dalam mobil sedan hitam yang melaju membelah jalanan perumahan elit itu, suasana mendadak dingin dan membeku. Mentari duduk menempel di sudut pintu mobil sebelah kiri dengan wajah pucat pasi. Napasnya terhenti, sementara ponsel jadulnya baru saja terlepas dari genggamannya dan jatuh di karpet lantai mobil tepat di depan kakinya. Dari pengeras suara ponsel yang tergeletak di lantai, suara terkeheh dingin Aris masih terdengar samar, sarat ancaman yang mengerikan. [Dasar jalang. Sok jual mahal. Kamu tau kamu sudah membuatku rugi banyak dan aku juga dipukuli karna kamu, sialan! Kamu harus bayar kerugiannya pelacur! Lihat saja aku akan temukan kamu segera, cepat atau lambat!] Kenzo, yang duduk di samping Mentari, menunduk tajam menatap ponsel yang bergetar di karpet lantai. Dengan satu gerakan cepat dan tenang, tangan panjang Kenzo membungkuk meraih ponsel jadul tersebut dari lantai mobil. Mentari yang kaget secara refleks mencoba meraihnya, "P-Pak Kenzo, jangan—" Namun Ke
Terakhir Diperbarui : 2026-09-26 Baca selengkapnya