"Diem, gue nggak ada urusan sama lo. Gue cuma tertarik sama pria yang matang, bukan bocah lempeng kayak lo," potong Lea dingin.Joshua terbelalak. "Lempeng?! Tapi tadi kan lo—""Tadi apa? Gue nyatain cinta? Ah, gue udah lupa tuh," sahut Lea santai tanpa beban.Alexander yang berdiri di sana mulai merasa janggal. Tatapan matanya yang tajam menyapu sekeliling aula pesta. Sebagai detektif, instingnya curiga kalau ini adalah semacam prank acara TV atau taruhan konyol anak muda. Mana mungkin seorang mahasiswi berani melakukan tindakan senekat ini padanya tanpa ada maksud tertentu?Melihat Alexander berbalik hendak pergi, Lea langsung bergerak mengikutinya. "Om! Mau ke mana?"Joshua yang merasa dianggap bak angin lalu berteriak geram, "Eh, lo ngapain ngejar bokap gue?! Maksud lo apa, hah?!"Lea menghentikan langkahnya sejenak, memutar kepala, lalu menatap Joshua dengan pandangan meremehkan. "Diem-di-sana! Gue. Udah. Nggak. Selera. Sama. Bocah. Kayak. Lo," eja Lea jelas dan menohok, sebelum
آخر تحديث : 2026-09-22 اقرأ المزيد