Tanpa sadar, dia memegang miliknya yang sudah sangat mengeras itu. Hasratnya perlahan mengikis rasionalitasnya. Karena membelakangi Pandu, Bi Maya tak menyadari kondisi Pandu saat ini. "Pan, kalau lelah, istirahat saja! Kalau mau minum, botol airnya Bibi simpan di gubuk itu," ucap Bi Maya sambil menunjuk gubuk reyot. "I-iya Bi," balas Pandu. Karena Bi Maya tidak meliriknya, Pandu terus melakukan tindakan nakalnya itu. Matanya terus menatap pantat gagah Bi Maya, sambil terus mengurut pusakanya. Karena dorongan hasratnya, dia bertindak semakin berani. Dia terus mendekati Bi Maya, sampai jaraknya hanya setengah langkah dari pantat Bibinya itu. Merasa kurang nikmat, Pandu memasukkan tangannya ke dalam celananya, lalu memegang miliknya secara langsung. Sekarang dia menyadari tindakan nakalnya itu, namun dia enggan berhenti. Namun, baru ada dua menit, Pandu merasakan benda kerasnya itu sangat panas dan ada rasa perih. Dia buru-buru menarik tangannya. "Sial! Aku bodoh banget sih,
Last Updated : 2026-09-25 Read more