Bi Maya tersentak. Dia refleks menutupi tubuhnya dengan kedua tangan. Di ambang pintu, Pandu berdiri sambil tersenyum lebar. "Pandu! Kamu mau apa sih?" bentak Bi Maya dengan wajah memerah. "Mau mandi bareng Bibi," balas Pandu santai. Dia melangkah masuk, lalu menutup pintu di belakangnya. "Kamu ini! Bibi sudah bilang gak mau lagi!" "Siapa yang mau begituan? Aku cuma mau mandi kok." Pandu memeluk Bibinya dari belakang, lalu meraih sabun. "Aku yang bikin Bibi berkeringat, jadi aku juga yang harus tanggung jawab membersihkannya." "Pandu, kamu ini yah..." Bi Maya menggerutu. Namun, saat tangan keponakannya itu mulai mengusapkan sabun ke pundaknya dengan lembut, omelannya perlahan menghilang. Pada akhirnya, dia hanya bisa pasrah. Pandu menyabuni punggung, lengan, lalu pinggang Bibinya. Sesekali tangannya berlama-lama di tempat yang tak seharusnya, dan langsung mendapat cubitan keras. "Tangannya!" "Hehe, kepeleset, Bi." "Kepeleset apanya!" Bi Maya memelototinya. Tapi sudut bibirn
Last Updated : 2026-10-03 Read more