Share

3.

Author: Akabane Karma
last update publish date: 2026-09-25 09:28:26

Baru saja tetes terakhir cairan hijau keemasan itu melewati kerongkongan Sarah, wanita itu mendadak merintih pelan. Mangkuk tanah liat di tangannya terlepas, jatuh menghantam lantai tanah dan pecah menjadi beberapa bagian.

“J-Joni... panas... Ini panas banget...” suara Sarah terdengar amat tertahan, bergetar hebat.

Suhu tubuhnya melonjak drastis dalam hitungan detik. Keringat dingin meletup keluar dari pori-pori kulitnya, mencucur deras bagai disiram air hujan.

Daster tipis berwarna pudar yang melekat di tubuhnya basah kuyup seketika, mencetak dengan sangat jelas setiap lekuk dan garis tubuhnya yang matang.

Joni mematung. “Apa yang terjadi, Bu?!”

Belum sempat rasa paniknya mereda, matanya menangkap pemandangan yang teramat fantastis.

Kulit Sarah yang semula agak kusam akibat bertahun-tahun diterpa kerasnya kehidupan desa, perlahan-lahan memancarkan kilau halus bagai porselen mahal.

Kerutan halus di sudut matanya menghilang tanpa bekas. Garis-garis kelelahan di wajahnya tersapu bersih, seolah garis waktu dalam tubuhnya diputar paksa ke belakang.

Struktur sel tubuh Sarah sedang bermutasi. Efek dari Jamu Pembalikan Waktu Ranjang bekerja secara agresif.

Dalam beberapa hembusan napas saja, sosok wanita di hadapan Joni telah bertransformasi total. Ia bukan lagi Sarah yang tampak lelah dan tertekan. Di hadapannya kini tampak seorang wanita berusia pertengahan dua puluh tahun.

Begitu muda, segar, dan memiliki pesona kecantikan yang luar biasa memikat.

Bibirnya merekah merah alami, dan setiap kurva tubuhnya memancarkan vitalitas yang membakar udara malam.

Namun, proses itu tidak berjalan mulus. Tubuh Sarah kejang-kejang kecil. Energi alkimia yang terlalu pekat bergolak liar di dalam pembuluh darahnya, mencari jalan keluar.

[Peringatan Sistem: Aliran Energi Alkimia Unsur Murni Terlalu Kuat untuk Tubuh Manusia Biasa.]

[Instruksi: Host Harus Melakukan Kontak Fisik Langsung untuk Menstabilkan Denyut Energi Target.]

[Peringatan: Jika Tidak Dinetralkan, Target Akan Mengalami Kerusakan Saraf Permanen.]

Suara peringatan di dalam kepala Joni memicu kepanikan luar biasa.

Tanpa berpikir panjang lagi demi menyelamatkan nyawa ibu tirinya, Joni merebahkan tubuhnya di atas dipan kayu yang reyot itu dan merengkuh tubuh Sarah ke dalam pelukannya.

“Sabar, Bu... tahan...” bulir keringat membasahi dahi Joni.

Klek. Krik.

Dipan kayu tua itu mengerang pelan menahan beban mereka berdua.

Saat dada tegap Joni menempel erat pada dada Sarah yang naik-turun memburu, sebuah gelombang hangat mengalir deras di antara mereka.

Energi liar di dalam tubuh Sarah perlahan mengendap, tetapi masalah baru yang lebih berbahaya justru muncul.

Gesekan halus antara kulit mereka, harum aroma tubuh Sarah yang mendadak menjadi begitu memikat setelah bermutasi, serta sisa-sisa feromon alkemis yang terpancar dari tubuh Joni, menyatukan atmosfer malam dalam gelora liar.

Napas Sarah yang memburu menerpa leher Joni, jemari halus wanita itu mencengkeram erat bahu tegap Joni sambil merintih gelisah.

Di atas ranjang yang reyot itu, gairah mereka merayap cepat, membakar akal sehat.

Joni merasakan darahnya mendidih. Wajah Sarah yang teramat cantik hanya berjarak seujung kuku dari wajahnya, matanya setengah terpejam, melontarkan sinyal keputusasaan dan gairah yang menyatu.

'Tinggal sedikit lagi...' batin Joni meraung. Akal sehatnya nyaris runtuh.

Namun...

[Peringatan Darurat System: Hentikan Penyatuan Mutlak!]

[Kondisi Sel Target Belum Stabil sepenuhnya. Stabilitas 68%. Penyatuan Intim Saat Ini Akan Menyebabkan Tubuh Target Meledak karena Tekanan Energi.]

Peringatan merah membayang tajam di retina Joni.

Bagaikan disiram air es di tengah terik matahari, kesadaran Joni serta-merta tertarik kembali. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, menggigit bibir bawahnya hingga berdarah demi menahan dorongan insting liarnya.

Dengan napas memburu dan dada berombak, Joni mengalirkan energi hangat dari pusarnya secara perlahan, menyalurkannya dengan lembut ke punggung Sarah untuk mendinginkan mutasi sel tersebut.

Perlahan tapi pasti, erangan Sarah mereda. Tubuh wanita itu melembut, menyandarkan kepalanya di dada bidang Joni, lalu tertidur lelap akibat kelelahan yang luar biasa.

Joni menghela napas panjang, menatap atap gubuk yang berlubang dengan jantung yang masih berdegup kencang.

Malam yang teramat panjang akhirnya kembali sunyi.

***

Keesokan harinya.

Cahaya matahari pagi menerobos masuk lewat celah-celah dinding bambu gubuk. Suara kicau burung liar di balik semak-semak hutan bersahut-sahutan, menyambut pagi yang dingin setelah dihantam badai semalaman.

Joni terbangun dari duduknya di sudut ruangan. Mata keemasannya menatap Sarah yang masih tertidur lelap di atas dipan.

Betapa terkejutnya Joni saat mengamati perubahan itu di bawah terik matahari pagi.

Sarah bak seorang dewi yang jatuh ke bumi. Kulitnya yang seputih susu memantulkan cahaya pagi dengan sempurna. Tidak ada lagi sisa-sisa penderitaan di wajahnya, digantikan dengan aura pesona muda yang sanggup membuat pria mana pun lupa diri.

Pada saat yang sama, muncul panel transparan mengambang di hadapan pandangan Joni.

[Analisis Selesai: Prototipe Jamu Pembalikan Waktu Ranjang Berhasil Diuji Coba.]

[Catatan Alkimia: Dengan Murni Mengurangi Konsentrasi Bahan Utama, Host Dapat Memproduksi Jamu Penambah Stamina & Vitalitas Pria Skala Rendah.]

[Estimasi Nilai Jual: Sangat Tinggi di Kalangan Pria Dewasa/Orang Kaya.]

Mata Joni berbinar. Sebuah senyum tipis terukir di wajah tegapnya.

Utang lima puluh juta. Waktu tiga hari yang diberikan oleh bajingan Bobi.

Dulu, angka itu seperti gunung tinggi yang tak mungkin ia daki. Namun sekarang angka itu bukan apa-apa dengan kemampuan Master Alkimia yang terpatri di dalam jiwa dan otaknya.

Ia tidak hanya bisa melunasi utang tersebut, tetapi juga bisa menghancurkan Bobi hingga ke akar-akarnya.

“Tiga hari kan, Bobi?” gumam Joni pelan, jemarinya mengepal erat. “Akan kubuat kau berlutut memohon di kakiku nanti...”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TUKANG JAMU AJAIB: KHASIATNYA LUAR BIASA   12.

    Malam baru saja turun ketika pintu belakang sebuah rumah berarsitektur kayu di sudut sepi dusun terdorong kasar. Bobi melangkah keluar dengan raut wajah merah padam. Kemeja dinasnya kusut, dan perut tambunnya membusung tegang.Di ambang pintu, seorang wanita muda berdiri menyandarkan tubuhnya pada kusen. Parasnya ayu, matanya lentik, namun sepasang alisnya menukik tajam.Namanya Laras, janda kembang desa yang selama ini menjadi simpanan rahasia Kepala Desa.“Mas Bobi mau ke mana lagi, Hah?!” bentak Laras setengah berbisik, matanya berkilat marah. “Jangan cuma bisa kabur setelah bikin keributan di rumahku!”Bobi memutar badannya kasar, melotot seraya menunjuk muka Laras dengan jari gemetar. “Kau jangan ikut-ikutan menyudutkan aku, Laras! Kepala aku sudah mau pecah!”“Kepala Mas mau pecah, tapi janji-janji Mas ke aku mana?!” Laras melangkah keluar satu tapak, membusungkan dadanya tanpa rasa takut. “Bulan lalu Mas janji mau membelikan aku kalung emas lima gram. Pekan lalu janji mau kasi

  • TUKANG JAMU AJAIB: KHASIATNYA LUAR BIASA   11.

    Anita merapikan kembali gaun tidurnya di sudut ruangan VIP yang temaram. Udara di dalam kamar masih menyisa aroma harum minyak melati bercampur desiran hangat energi alkimia.Dari balik lipatan selendangnya, Anita merogoh sebuah buku ber-sampul kulit hitam yang sudah kusam. Ia melangkah mendekati Joni yang sedang duduk di tepi dipan, lalu meletakkan buku itu di atas pangkuan pemuda tersebut.“Apa ini, Anita?” tanya Joni seraya menatap buku kusam itu.“Senjata milik suamiku, eh maksudku si bajingan Bobi itu,” bisik Anita. Tangannya yang halus mengusap jemari Joni. “Di dalamnya ada seluruh catatan penggelapan dana bantuan desa, uang kas proyek jalan, sampai daftar nama pejabat kecamatan yang biasa dia suap selama lima tahun terakhir.”Joni membuka lembar demi lembar buku tersebut. Mata keemasannya berkilat membacanya.[Analisis Sistem: Dokumen Hukum Valid Terdeteksi.][Opsi 1: Laporkan ke Pihak Berwajib (Kekuasaan Bobi Runtuh Seketika).][Opsi 2: Tahan Dokumen (Ekspansi & Pengurasan Ase

  • TUKANG JAMU AJAIB: KHASIATNYA LUAR BIASA   10.

    Ada saat-saat dalam sejarah sebuah tempat ketika roda takdir tidak sekadar berputar pelan, melainkan berguling menghantam dan meratakan tatanan lama. Dan di desa kecil yang terlalu lama dikuasai oleh keserakahan, pagi itu menjadi saksi bagaimana hierarki yang rapuh runtuh tanpa sisa.***Kabar tentang Kepala Desa Bobi yang dilemparkan bagaikan karung beras di pekarangan Joni menyebar bagaikan badai. Tidak ada lagi yang menatap pemuda itu dengan sebelah mata. Ketakutan warga bertukar menjadi rasa hormat, dan rasa hormat itu perlahan menjelma menjadi harapan.Pagi hari berikutnya pelataran gubuk yang biasanya sepi dipenuhi belasan warga desa. Mereka berdiri berjejer, menanti dengan canggung namun matanya memancarkan binar antusiasme.Joni berdiri di atas tangga kayu gubuknya, berdampingan dengan Sarah yang tampil makin anggun dan memesona.“Mulai hari ini,” suara Joni yang berat dan tenang memecah keheningan pagi, “aku butuh sepuluh orang warga untuk membantuku memanen akar-akaran dan

  • TUKANG JAMU AJAIB: KHASIATNYA LUAR BIASA   9.

    Keheningan pagi yang hangat itu mendadak pecah oleh deru langkah kaki yang riuh dan bentakan kasar yang membelah udara.“Seret semua barangnya keluar! Ratakan gubuk reot ini kalau perlu!”Bobi melangkah lebar memimpin rombongan. Perut tambun sang Kepala Desa itu membusungkan keangkuhan, dilapisi kemeja dinas yang licin. Di sampingnya, beberapa aparat desa berseragam dan belasan preman suruhan berjalan garang membawa balok kayu dan surat penyitaan palsu.Tak ketinggalan, di barisan depan berdiri Ogin bersama beberapa preman sesepuh desa yang paling provokatif, wajahnya yang penuh brewok menyeringai busuk.“Warga sekalian! Lihat baik-baik!” teriak Ogin dengan suara parau yang memanggil perhatian warga sekitar. Warga desa pun mulai berkerumun di balik semak dan pagar kayu, menatap cemas. “Pagi ini, batas waktu utang lima puluh juta si Joni dungu sudah habis! Hari ini rumah ini disita resmi oleh Pak Kades!”“Benar!” Bobi menimpali seraya melipat tangan di dada, matanya berkilat penuh ke

  • TUKANG JAMU AJAIB: KHASIATNYA LUAR BIASA   8.

    Joni menatap mata Sarah yang berkabut pasrah. Erangan halus dan rasa sakit yang membakar dari mutasi sel tubuh wanita muda itu mengetuk nuraninya. Ini bukan lagi soal norma, bukan lagi soal tabu hubungan ibu tiri dan anak yang selama ini memenjarakan mereka. Ini adalah pertaruhan nyawa.Tanpa mengalihkan pandangannya, Joni berdiri pelan, melangkah ke pintu kamar kayu yang rapuh, lalu memutar palang kayu untuk menguncinya rapat-rapat.Klek.Keheningan malam yang sunyi seolah menyegel ruangan itu dari dunia luar. Hanya tersisa deru hujan yang menghantam atap seng dan helaan napas memburu yang memecah kesunyian.Joni kembali berlutut di tepi dipan. Jemari tegapnya yang hangat merengkuh dagu Sarah yang merona merah.“Dengarkan aku, Sarah...” suara Joni terdengar amat berat, dalam, dan dipenuhi kehangatan dominan yang menenangkan. “Mulai detik ini, buang semua masa lalu itu. Kamu bukan lagi ibu tiriku, dan aku bukan lagi pemuda dungu yang lemah.”Sarah menatap manik mata keemasan Joni. Di

  • TUKANG JAMU AJAIB: KHASIATNYA LUAR BIASA   7.

    Dunia selalu punya caranya sendiri untuk menguji seberapa keras tekad seseorang. Ketika fajar esok hari adalah garis batas antara kebebasan dan kehancuran, setiap detik yang bergulir terasa bagaikan dentang lonceng kematian yang makin nyaring.---Tenggat waktu tiga hari dari Bobi tiba esok pagi.Pagi-pagi sekali, ketika embun hutan masih tebal membungkus dedaunan, Joni melangkah memasuki kawasan hutan rimba di kaki bukit. Di sampingnya, Dodo, sahabat karibnya sejak kecil yang setia, berjalan mengapit keranjang bambu besar. Dodo adalah satu-satunya pemuda desa yang tidak pernah ikut mengejek Joni saat ia masih menjadi cecunguk yang lemah.“Jon... kau yakin bahan-bahan di keranjang ini cukup buat bikin racikan pemungkas?” bisik Dodo ragu, matanya yang awas menatap semak-semak yang mati angin. “Perasaanku nggak enak. Sejak tadi ada suara kresek-kresek yang mengikuti langkah kita.”Joni tidak menjawab dengan kata-kata. Matanya yang keemasan berkilat di balik bayang-bayang pepohonan tua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status