“KAMU GILA, NDHIS?!”“Bantu aku, Mbak… sekali ini aja…”“Bantu bagaimana? Kamu nyembunyiin orang terluka selama seminggu, terus sekarang bilang mau pura-pura jadi isterinya?” Gadis yang rambutnya dicepol rendah itu berkacak pinggang sementara telapak kakinya mondar-mandir di balik pintu kliniknya.“Aku bisa bantu periksa dia,” lanjut Kartika. “Tapi yang nggak bisa aku pahami itu kenapa kamu malah umpetin semuanya!”“Aku takut, Mbak.”“Takut apa, sih? Wes kamu yang nemuin dia, ‘kan?”Gendhis mengangkat wajah, alis di keningnya menekuk, sarat akan rasa ngeri, “Waktu aku nemuin dia, pintu gubuk taniku sudah terbuka. Padahal aku yakin paginya aku sudah kunci itu, Mbak. Dan lihat dia terluka parah di sana sementara aku nggak punya petunjuk siapa yang melakukannya–aku bener-bener takut, Mbak Tika.”Kartika terdiam, turut menghela napas menyaksikan sorot lelah yang terlihat dari mata Gendhis.“Kalau aku lapor, aku harus jawab apa? Balai desa saja nggak mau mengabulkan permintaanku buat meny
آخر تحديث : 2026-09-29 اقرأ المزيد