"Mau Naya antar ke bandara, Ma?" tawar Nayara halus tatkala mendampingi sang mertua berdiri di ambang pintu utama.Mama Sofia tersenyum hangat, lalu mengelus pipi Nayara dengan penuh kasih sayang. "Tidak perlu, Sayang. Kamu diam saja di rumah dan beristirahat.""Baik, Mama. Hati-hati di jalan."Mama Sofia melambaikan tangan dari balik kaca seiring laju mobil yang perlahan meluncur pergi. Nayara terus mengumbar senyum manis sampai mobil itu benar-benar menghilang di balik gerbang. Begitu bayangan mobil tak lagi terlihat, senyum ramah di wajah Nayara menguap seketika.Gadis itu memutar tubuhnya, setengah berlari menaiki tangga menuju lantai dua."Semua barang di kamar bawah sudah saya pindahkan ke sini, Nyonya," ucap Bi Sumi yang tiba-tiba muncul dari koridor sembari membawa tas punggung Nayara yang hanya berisi sebuah buku sketsa. "Terima kasih, Bi," jawab Nayara cepat. "Oh ya, jangan panggil saya ‘Nyonya'. Panggil saja Naya.""Tapi, Nyo—""Naya, Bi," potong Nayara tegas namun
Last Updated : 2026-10-01 Read more