Kabin mobil sedan mewah yang terparkir di bahu jalan yang agak lengang itu mendadak menghening. Hawa dingin dari pendingin udara menusuk permukaan kulit Arunika yang tipis, membelai pipinya yang masih menyisa jejak keputusasaan setelah seharian terlunta-lunta di jalanan kota.Bisingnya arus lalu lintas di luar sana seolah teredam sempurna oleh dinding-dinding mobil yang terisolasi tebal, menyisakan deru napas halus Bintang yang tertidur lelap dalam dekapan kain gendongannya.Di balik kemudi, Altair menyandarkan punggungnya yang tegap. Tatapan mata hazel pria itu begitu dalam, tajam, dan penuh kehati-hatian, mencoba menguliti setiap riak emosi di raut wajah wanita sederhana yang duduk di sebelah kursinya. Pria itu tampak begitu sabar, namun aura kepemimpinan dan dominasi yang terpancar darinya membuat udara di dalam kendaraan itu terasa kian menghimpit."Sebutkan syaratmu," ucap Altair datar, memutus keheningan panjang.Suaranya rendah dan sarat ketegasan, tidak menyisakan ruang untuk
Last Updated : 2026-10-13 Read more