Chelsea tiba-tiba berlutut.Dia melepas jaket yang dipakainya, lalu menumpahkan tas, partitur, dan kunci-kuncinya di depanku."Yasmin, aku balikin kamar ini buat kamu.""Kursi di Tunas Bangsa juga aku balikin. Terus Ayah, Ibu, sama Kakak, aku nggak mau apa-apa lagi."Dia menangis sampai terengah-engah."Aku pindah balik ke panti asuhan. Kamu balik ke Keluarga Sebastian, ya?"Wajah Bibi Desi langsung pucat, buru-buru menariknya berdiri dari lantai."Chelsea, kamu ngomong apa sih? Mana mungkin Ibu biarin kamu ke panti asuhan!"Dia menoleh menatapku, sorot matanya dipenuhi rasa kesal yang tidak bisa disembunyikan."Yasmin, kamu lihat, 'kan? Kamu sudah membuat Chelsea jadi seperti ini!""Badannya dari kecil emang lemah. Dia nggak kuat kena tekanan. Kamu baru puas setelah bikin keluarga ini hancur?"Semua orang di ruangan itu terdiam.Aku menatap Chelsea yang sedang dipeluk erat oleh Bibi Desi.Di kehidupan sebelumnya, hari ketika aku bertemu keluarga kandungku juga berlangsung seperti ini.
続きを読む