Malam ini begitu dingin. Hujan mengguyur sejak sore, membasahi bumi tanpa jeda. Namun, dinginnya udara tak sebanding dengan dinginnya perlakuan Mas Ogi terhadapku. Di dalam kamar yang seharusnya menjadi tempat kami berbagi kasih, justru hatiku kembali dibuat remuk berkeping-keping."Longgar banget, Bun, enggak kerasa apa-apa," ujar Mas Ogi, suamiku.Namun begitu, ia tetap menuntaskan hasratnya hingga selesai. Selepas itu, dia pergi begitu saja tanpa memperdulikan rasa sakit di hatiku. Kata-kata Mas Ogi tak hanya menusuk relung hati ini, tapi juga mengoyak harga diriku sebagai seorang istri. Malam ini bukan kali pertama ia mengucapkannya. Bagaimana tidak longgar, dua bidadari sudah kuhadirkan ke dunia untuknya. "Buruan ke kamar mandi sana, terus tidur," kata Mas Ogi, membuyarkan lamunanku. "Mas, aku masih pengen," rengekku. "Besok aja lagi. Salah siapa longgar," jawabnya semakin mengiris hatiku. Setelah dari kamar mandi ia langsung merebahkan tubuhnya di sampingku lalu memejamk
Last Updated : 2026-10-17 Read more