Compartilhar

Curiga

Autor: Sri_Eahyuni
last update Data de publicação: 2026-10-27 23:00:55

Kepalaku terasa pusing, mata pun berat untuk terbuka. Namun, suara tangisan dan cekcok yang riuh memaksaku membuka mata perlahan. Sosok pertama yang terlihat adalah Hilya, sedang menangis di sampingku.

“Bunda, jangan mati! Aku mau sama Bunda! Kalau Bunda mati, aku juga mau ikut...!”

Sedangkan di luar sana suara mas Ogi terdengar kesal, "Buk, aku tuh cuma ngasih pelajaran sama Manda biar dia nurut sama aku. Kalau, Ibu dan Bapak belain dia terus lama-lama akan manja dan semaki
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kau Menolakku, Aku Berpaling   Curiga

    Kepalaku terasa pusing, mata pun berat untuk terbuka. Namun, suara tangisan dan cekcok yang riuh memaksaku membuka mata perlahan. Sosok pertama yang terlihat adalah Hilya, sedang menangis di sampingku.“Bunda, jangan mati! Aku mau sama Bunda! Kalau Bunda mati, aku juga mau ikut...!”Sedangkan di luar sana suara mas Ogi terdengar kesal, "Buk, aku tuh cuma ngasih pelajaran sama Manda biar dia nurut sama aku. Kalau, Ibu dan Bapak belain dia terus lama-lama akan manja dan semakin enggak tahu diri!""Istrimu itu manusia, Gi, nggak seharusnya bisa menuruti semua kemauanmu, koe iku wis dewasa jangan seperti anak kecil terus yang apa-apa minta di turutin, apa-apa minta di layani, sedangkan kamu sendiri nggak mau menuruti keinginannya. Ingat! Kamu punya dua anak perempuan, apa kamu enggak kawatir kalau nanti saat jadi istri juga di bentak-bentak suaminya, di siksa suaminya. Kamu itu mbok ya punya perasaan dikit kenapa, jangan gedein ego saja!" Suara Pak Mendil, bap

  • Kau Menolakku, Aku Berpaling   Gara-gara Dolly

    "Ada apa sih, Mas?" tanyaku panik saat sampai di teras."Si Dolly keluar. Cepat kamu ikutin dia dan ajak pulang," jawab mas Ogi santai. Bahkan dia sibuk memandikan bu rung yang lainnya. "Tak kirain ada apa, tak tahunya cuma bu rung me bor. Gitu bilangnya kok da rurat," gerutuku dengan kesal.Dolly, nama bu rung kesayangan Mas Ogi. Bu rung murai batu itu memiliki suara yang tajam dan merdu, dengan variasi kicauan yang bisa membuat siapa pun yang mendengarnya berhenti sejenak. Bulu ekornya panjang, melengkung anggun, dan selalu tampak mengembang saat ia berkicau dengan penuh semangat.Bukan hanya bu rung murai batu yang di pelihara, masih ada bu rung Kacer, bu rung cucak ijo dan lainnya. Bu rung-bu rung itulah yang membuat mas Ogi malas bekerja."Berani kamu protes!" "Eh, iya-iya. Yang Dolly Dolly," sahutku cepat berusaha menenangkan Mas Ogi yang sudah terlihat kesal. Aku segera melangkah ke halaman, mataku menyapu sekeliling mencari jejak Dol ly. Namun tak kunjung dengar ada suara ki

  • Kau Menolakku, Aku Berpaling   Ketagihan

    Matanya kembali terpejam, tapi bi birnya berkata, "Kayaknya terasa beda. Mengi git.""Kalau punyaku enak, punyamu juga harus kuat dan tahan lama dong!" rutukku. Namun semua kalimat itu hanya tertahan di tenggorokan, aku terlalu takut untuk mengungkapnya. Takut mas Ogi tersinggung dan akan menyakitiku lagi.Suara dengkuran halus terdengar jelas dari bibir mas Ogi. Tanpa membersihkan diri lelaki itu kembali terlelap dalam mimpi. Dengan cepat aku membersihkan diri dan menyusul mas Ogi menyelami alam mimpi.Entah jam berapa Mas Ogi minta di layani dan kali ini aku yang bergerak. Mas Ogi sudah menuntaskan keinginan, aku melanjutkan tidur. Badanku masih terlalu lelah."Yah, aku mau berangkat, minta u ang sakunya dong," ujar Naomi. Gadis itu memang sangat manja dengan ayahnya."Ayah enggak pegang uang, Kak. Kamu sendiri kan tahu uang ayah semua diberikan sama Bunda," balas Mas Ogi. Anak-anakku sudah rapi dengan seragam sekolahnya masing-masing."Enggak mau ah, Bunda ngasihnya selal.u dikit.

  • Kau Menolakku, Aku Berpaling   Menyesal, tapi....

    "Alhamdulillah..." Aku menghembuskan nafas lega setelah sampai di depan rumah dengan selamat.Aku menoleh ke belakang, lelaki itu berhenti di jalanan dan masih duduk di atas motornya. Terlihat jelas di mataku dia menggaguk, lalu kembali melajukan sepeda motornya. Siapakah dia?"Astaghfirullah, Bang Jo!" pekikku tertahan. Setelah melihat punggungnya, aku yakin itu Bang Jo.Kenapa Bang Jo mengikutiku ya? Apa dia ingin tahu di mana rumahku? Atau hanya ingin memastikan aku selamat sampai rumah?Kriet...!! Aku yang sedang menduga-duga pun teralihkan dengan suara pintu rumah yang terbuka."Bagus ya jam segini baru pulang. Apa begini tugas seorang istri? Hah!" bentak mas Ogi. Wajahnya merah padam penuh amarah, ia melakah lebar ke arahku.Tubuhku sudah gemetar terlebih dulu, dengan kasar mas Ogi menyeretku mas masuk ke dalam rumah. Brug...!!Tubuhku di lempar begitu saja di lantai, bahkan dahiku terbentur meja. Darah segera terasa mengalir di pelepis."Ampun, Mas. Aku salah," ucapku dengan

  • Kau Menolakku, Aku Berpaling   Dosa Satu Malam

    "Astaghfirullah...!!" Aku terperanjat bangun. Pikiranku seperti linglung, dan kini ku sadari aku tengah tertidur entah berapa lama. Selimut tebal menutupi tubuhku yang ternyata polos tanpa memakai sehelai benang. Di sebelahku ada Bang Jo yang menatap dengan tatapan yang tak bisa ku artikan."Bang Jo! Apa yang sudah kamu lakuin ke aku?!" teriaku. Lelaki itu hanya diam saja dan mencoba untuk meraihku. Aku beringsut mundur dengan tubuh yang gemetar.'Astaghfirullah ya Allah, apa yang sudah ku lakukan? Apa aku sudah tidur dengan Bang Jo?' batinku berkecambuk."Jawab, Bang! Jangan diam aja!" bentakku dengan bibir bergetar. Lelaki itu ternyata juga tidak mngenakan pakaian dan kami berada dalam satu selimut. Tentu saja aku sudah melakukan hal yang seharusnya tidak aku lakukan. Aku, Asmanda. Usiaku 32 tahun sudah memiliki 2 putri yang cantik. Suamiku , Yogi Pradana, usianya 49 tahun. Aku berada di tempat ini supaya bisa menjadi wanita yang sempurna, wanita yang bisa melayani suami dengan ma

  • Kau Menolakku, Aku Berpaling   Pesona Rumput Tetangga

    Aku menatap tajam ke arah Bang Jo. Tapi yang kutemukan justru tatapan lembut, seolah dia tak merasa bersalah sedikit pun. Ini pertama kalinya ada lelaki lain—selain Mas Ogi—yang menyentuh tubuhku. Apakah Bang Jo juga bersikap seperti ini pada setiap member baru? Entah berapa lama kita saling bertatapan, musik itu tak terdengar kembali. Justru berganti dengan suara riuh ledekan."Ciiee..... Huuhh... Meleleh aku, Bang, di tatap seperti itu...!!" terdengar suara Mbak Desi yang paling kencang.Seketika aku menoleh, dan ternyata semua orang-orang menatap kami. Bang Jo segera menjauh dariku dan berjalan ke arah depan."Oke semuanya. Jam latihan sudah berakhir," ucap Bang Jo sesekali membenarkan jam tangannya dan mengamati angka jam tersebut. "Kita sambung besok lagi ya. Hemm... Untuk Manda, ada jam tambahan buat kamu biar cepet luwes dan maksimal. Dan saya sendiri yang akan melatih, karena Ika pasti punya kesibukan lainnya," tutur bang Jo."Duh, Manda, kamu punya pesona apa sih bisa dapet

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status