Share

24. Permintaan Nela

Nela terus memperhatikan ayahnya, sejak bertemu Ningsih Aris selalu terlihat murung. Bahkan ketika mengantar Nela mendaftar di sekolah menengah atas, lagi-lagi Aris tak fokus.

"Kakak, apakah kau melihat perubahan pada ayah ?" Tanya Nela saat mereka sedang duduk di sebuah warung makan.

"Perubahan apa ?"

"Tuh coba lihat tingkah ayah, kita ngomong saja seakan tak di dengarnya" Kening Nela terangkat disusul dengan mulutnya yang dimonyongkan dan tatapan matanya ke arah depan.

Nathan menengok ke belakang lalu kembali menatap adiknya sambil tertawa.

"Wajar dong kalau ayah tak mendengar obrolan kita. Kan jarak duduk kita lumayan jauh dengan tempat duduk ayah."

Nela cemberut mendengar jawaban kakaknya. Dia lalu memperhatikan ayahnya dengan seksama.

"Kakak, ayah berubah murung setelah melihat ibu semalam."

"Ah kau ini, pikirkan sekolahmu, jangan urusi apa yang bukan menjadi urusanmu."

"Kasihan ayah kak, tak ada yang mengurusnya, apa salahnya jika ayah balikan lagi sama ibu."

Nathan menatap
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status