MasukBree melihat suaminya Duke Radford dari Marseilles, memilih mencumbu wanita lain di malam pertama mereka. Pernikahan itu adalah perjodohan, tapi tetap Bree merasa terluka. Setelahnya semakin buruk. Bree difitnah membunuh ayahnya sendiri, dituding berselingkuh dengan Pangeran, serta terlibat dalam usaha pembunuhan Raja, yang membuat Bree terhukum mati. Tetapi Bree tidak mati saat hukuman terlaksana. Bree terlempar kembali ke masa lalu, mengulang hari dimana dia menikah dengan Radford. Tapi kebodohan tidak akan terulang, Bree bertekad mengubah nasib, menghindari tuduhan, serta tidak kembali jatuh cinta pada Radford yang terlalu mempesona itu. Tetapi pilihan jalan berbeda tentu menghasilkan ujung nasib yang berbeda. Bree mungkin berharap memperbaiki nasib, tapi bagaimana kalau jalan pilihannya justru membawa pada nasib yang semakin kelam? Nasib yang membuatnya bertemu hal yang selama ini dianggap dongeng dari kegelapan
Lihat lebih banyakBeginning in a cave, Rudra rushes through a tunnel that is almost certain to collapse, which is terrible. He is holding a wooden box with three magical-looking red, green, and blue stones inside of it. Rudra only wanted to get out of this cave since he didn’t want to die there.
A substance that almost resembles gasoline is circling the rocks that completely encircle the cave. Rudra’s feet cannot grasp the floor because of the smoothness of the surface.“Oh God, please help me escape from here; I want to live my life to the fullest and avoid death”, Rudra begged.He attempted to flee by force. Rudra seems to be worn out and wasted; often, he isn’t even aware that his feet are bleeding. Blood stains can be seen all over his body, as well as signs of injuries. He seems to have a serious ankle injury of some kind. He must have made a quick getaway from the cave since blood was flowing from his ankles to the soles of his feet. He was going to go, of course. He was quite astonished when he saw the entry right away.…A small boy was sitting in his room trying to read a book while holding it in his grasp. Vedika entered the room and saw his grandson clutching the book and attempting to read it. As soon as she walked into the room, she approached his grandson and took a seat.“Rajeev It’s time to eat, and I’ve been searching high and low for you.”“Grandma, I’m not in the mood to eat. Not here are my parents. Why did they go without coming back?”Vedika was concerned about her son and daughter-in-law, but she didn’t tell the little child that she was concerned.“Your mother accompanied your father as he went to fetch you a gift.”The little boy was overjoyed to hear from his grandmother that his parents had gone to fetch him a gift.“Truly, they came to bring me a gift.” Rajeev stated with excitement.“It’s time to eat, my little one. Give me a taste, please.”Kid agreed with his grandmother and went to eat.Vedika had a vision. “ I apologize to Rajeev for lying to him; how could I have said that your parents were in danger and that your grandpa had gone to rescue and return them?”She served the supper to Rajeev before putting him to sleep.She prayed in silence, “Ho God, please save my son and daughter-in-law, don’t make this little kid an orphan.”Rajeev awoke from his difficulty to sleep and begged his grandma to tell him a story.“ Story? Now? Rajeev, stop resisting; it’s time for bed.”“Just one, Grandma, I couldn’t go to sleep.”“Now , which narrative would you want to hear? ““ Would you please read this book to me?”He presented a book to his grandma that he had earlier tried to read. Vedika picked up the book and pointed to the subtitle,“In search of true heart.”She immediately asked “where you got this book.”“I discovered it at dad’s library, therefore grandmother, if you can read other languages, will you kindly read it to me? “Vedika was worried that her child had run away because of this book. And she informed Rajeev that she couldn’t read the book after learning that her daughter-in-law was in danger. Now that you’ve put it back where it belongs, I’m going to bed.Rajeev was miffed that his grandmother wasn’t interested in reading the book. He broke down in tears.Vedika pleaded with Rajeev, “You are a good boy, right? Please listen to your granny and put the book back,” after feeling dejectedRajeev started to put it back then paused.Vedika stated, “Okay, I’m going to read a book for you, but not these one or another,” in response to Rajeev’s show of sadness upon seeing his grandchild.After returning to the book she was reading for Rajeev, she went to get another one.Vedika’s husband, Jai Shankar, was galloping his horse through the bushes as swiftly as he could out of worry for his son and daughter-in-law.“ God, if you could help me find Rudra and Ambika and tell me where I found them since my son’s selfish behavior put his wife’s life in jeopardy.”Rudra, the only child of doctor Jai Shankar, lived in a small hamlet and was always trying to figure out mysteries and learn about the past. He was often warned against doing this by Jai Shankar.After then, Rudra wed Ambika, a childhood friend. After the wedding, Jai Shankar expected to face accusations, but Rudra remained the same and upheld his obligations even though he used to look out for Ambika. Their child’s name was Rajeev.Rudra went and got lost in a hidden cave where no one ever came back because he was fascinated by unsolved mysteries. When Ambika learned that her husband was missing in a mysterious cave, she set out to find him. Then, Jai Shankar started looking for his son and daughter-in-law.…Ambika, who had sustained serious wounds, quickly exited the cave and was attempting to bury herself under a bush. She saw that her arms were blood-red and that she looked to be bound.“Oh my God, I’m so glad I discovered a knife because I was able to cut the ropes and escape the cave. I need to get out of here quickly before they find me.” And she began to scan the area.Several people emerged from the cave. They are looking for her and attempting to take her. The commander has ordered his soldiers to capture her at any cost.“You stupid’s go get her don’t leave her I want her at any cost,” he said.Ambika seized the horse next to her, mounted it, and galloped off into the dense jungle while they tried to capture her. The guys’ efforts to grab her were unsuccessful.Ambika begged God to help her escape those guys so she could find her spouse.The leader of the gang roared at his followers.The words, “You moron, go get your horses and find her,” were said.Gael meletakkan secangkir susu hangat dan madu di meja, lalu menatap ayah dan ibunya yang berdiri di atas balkon. Memandang laut biru di hadapan, membentang tenang sampai kaki langit. Pemandangan itu adalah alasan utama Bree memilih rumah ini saat Rad mengatakan ingin membeli rumah di Marseilles. Selain karena tetangga mereka berada dalam jarak yang jauh, pemandangan indah itu mengingatkannya akan laut yang dulu ada di dekat kastil. Jika bisa Rad ingin membeli tanah tempat kastil itu berada, tapi ternyata tidak bisa. Area itu menjadi situs sejarah yang dilindungi. Tidak boleh dimiliki oleh perseorangan. Tapi villa mewah—tempat mereka berada, juga di bangun di atas bukit, mirip dengan kastil Valois. Cukup mewakili kenangan yang ada dalam benak mereka setiap kali berkunjung ke sini. Dari balkon itu, Rad bisa memandang tanah pemakaman yang tadi mereka kunjungi. Menurut Elf yang tadi, Dihyan, dimakamkan di Marseilles, adalah permintaan dari Abel yang disampaikan kepada salah satu cu
RATUSAN RIBU MALAM KEMUDIAN Bebas. Sangat bebas. Itulah yang dirasakan Gael setiap kali tubuhnya meluncur turun, menyerah pada tarikan gravitasi, pasrah pada kekuatan bumi. Hanya ditemani kesunyian dan hembusan angin, yang menerpa tubuhnya. Gael bahkan tidak lagi melihat pemandangan di bawahnya. Dia menutup mata. Murni ingin menikmati sensasi bukan lagi melihat pemandangan. “Mana parasutmu? Kembangkan sekarang!” Suara berteriak di telinga Gael—melalui radio penerima yang ada di telinga, membuat Gael mengeluh. Kesunyian itu tidak berlangsung lama rupanya. “Kembangkan sekarang? Apa kau ingin mati?!” Terdengar bentakan penuh rasa khawatir sekali lagi. “Iya…Iya…” Gael menurut, dan menarik tali, dan mengembangkan parasut yang ada di punggungnya. Tubuh Gael tersentak, seiring parasut berwarna hitam bergaris putih itu mengembang, dan kecepatannya menurun. Tak lagi meluncur bebas tapi melayang tenang, sementara mata abu-abunya dari balik g****e menatap ke bawah, mencari titik pendarata
“Tidak berhenti padaku. Masih ada Valois yang menghuni kastil itu.” Gael menunjuk langit warna merah yang semakin terlihat jauh. Tempat dimana kira-kira kastil Marseilles berada. “Dan kau pikir kami bodoh?” Amory menyahut, sambil bergeser dan berdiri samping Gael, berkacak pinggang karena jengkel.“Ayah dan ibumu mungkin tidak mengatakan apapun, tapi kami tahu kau tidak menikah dengan siapapun, dan Valois yang ada di sana adalah palsu.” Amory ikut menunjuk kejauhan. “Aku menikah!” bantah Gael, tapi matanya dengan aktif menghindari tatapan tajam Amory. “Ya, aku tahu kau menikah, dan mungkin tidur dengan istrimu itu, tapi kau tidak punya anak. Kau pembohong yang buruk!” Amory separuh menegur, separuh mengejek. Dan memang benar seperti yang dituduhkan Amory. Sudah sejak beberapa generasi, penghuni kastil Marseilles bukanlah Valois. Valois terakhir menghuni kastil itu adalah Gael. Dan sebenarnya sangat jelas, tidak mungkin disembunyikan, karena semua Valois setelah Gael adalah manusi
RIBUAN MALAM LAIN BERLALU “Sekarang!” Gael memberi aba-aba dalam bisikan, setelah memastikan tidak ada orang yang melihat mereka. Lima sosok bertudung yang ada di belakangnya, berlari mengikuti Gael yang menaiki tangga kapal, dan mereka semua sampai di atas geladak kapal dengan hembusan napas lega. “Ini yang terakhir,” kata Gael, kepada Rad yang berdiri di samping geladak. Rad mengangguk, lalu berlari menuju kemudi kapal. “Tarik jembatan dan jangkar!” Rad berseru, saat dengan ringan melompat ke belakang kemudi kapal. Dan perintahnya terlaksana. Vampir—yang memang sudah ditugaskan untuk mengurusi itu, bergerak mengangkat jangkar, dan tentu saja Gael ikut bergerak mengangkat jembatan. “TUNGGU!” Lengkingan bernada tinggi terdengar, dan Gael menyumpah. Mereka sejak tadi bergerak dalam rahasia, agar penghuni pelabuhan yang lain tidak tertarik. Dan lengkingan itu tentu menarik perhatian. Pelabuhan Marseilles tidak pernah tidur. Tapi karena Rad sudah memilih area yang cukup terpe
“Kau pergi ke mana?” Bree mengulang karena tidak percaya. “Ke markas Hunter. Bisa kau bayangkan? Itu adalah tempat yang aku pikir tidak akan pernah aku kunjungi, tapi ternyata aku kesana dengan cukup mudah.” Rad menggelengkan kepala teringat pengalaman aneh itu. “Mereka tidak menyerangmu?” Bree ju
Suara berdebam saat Amory melemparkan kepala Nox ke dalam api, membuat Ben menoleh, dan melihat tubuh tanpa kepala dari Nox. Membuatnya menyadari jika satunya sekutu yang dia punya saat ini sudah hilang. Panik menyerbu, dan dengan tergesa, Ben menjejakkan kaki ke tanah membentuk sihir perpindahan.
“Ya, tentu saja. Aku tidak akan pernah ada jika kakekku bukan pemimpin sanctum ini.” Abel menatap heran pada yang lain. Merasa jika fakta itu seharusnya sudah diketahui oleh mereka. “Apa syarat menjadi pemimpin elf harus yang paling menyebalkan? Siapa yang menjadikan dia pemimpin? Akan mengerikan s
“Tidakkah kau ingin menutupi tubuhmu dengan sesuatu?” Rad langsung menegur begitu mereka mendekati Amory. Rad merasa dia ingin membuka bajunya dan memberikan pada Amory. Tapi dia sendiri hanya memakai selapis baju. “Untuk apa menutupinya? Semua yang ada di sini memakai pakaian seperti ini, dan ak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak