Share

Bab 25 Ardaya

Semua orang di dalam ruangan tiba-tiba terdiam. Air muka mereka berubah dari ketakutan menjadi keterkejutan.

"Bagaimana kamu bisa tahu?" Pak Agus bertanya dengan mimik wajah lebih serius.

"Aku tahu. Sarah mengandung anak lelaki itu, kan? Aku bisa merasakannya." Amarta mendekati Sarah, ia meletakkan telapak tangannya di atas perut Sarah.

"Bayi ini, apa kamu rela mengorbankannya?" lanjut Amarta.

Manik hitam milik Sarah bergetar samar. Ia bahkan tidak tahu bahwa kini ia tengah berbadan dua.

"Aku mengandung anak Bima?" Sarah bertanya di dalam hati.

Tiba-tiba saja air matanya menetes, hal itu membuat kelopak matanya yang memiliki luka bakar terasa perih dan panas.

"Bagaimana ini? Apa aku harus mengorbankan anak ini?" Sarah dilema.

"Jika kalian setuju, kita harus melakukannya di kediamanmu. Tidak boleh ada yang tahu apa yang aku lakukan pada Sarah kecuali orang tuanya." Sarah berbalik menghadap Pak Agus dan Bu Laela.

Orang tua Sarah tak memberi jawaban. Bisa di lihat air muka mereka
Dara Aksara

Haii readers ❤️❤️ Aku mau cerita sedikit... Beberapa bulan yang lalu, ketika masih jadi pembaca aku jarang sekali meninggalkan komentar untuk penulis, bahkan menyukai ceritanya saja jarang 😢 dan sekarang aku tahu gimana perasaan si penulis.... 😭 Ternyata tap love dan komentar dari pembaca itu berpengaruh sekali yaa❤️ entah kenapa itu jadi hal yang aku tunggu-tunggu selama menulis cerita ini... Jadi, tolong sekali tinggalkan pesan kritik ataupun saran atau tap love ceritanya sebagai penyemangat ku untuk terus menulis ❤️ salam hangat , Dara ❤️

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status