Share

Bab 118

"Tumben datang, Pak?" kataku menutupi rasa malu.

Aku sedikit menggeser tubuh, memberikan tempat untuk Bapak duduk di sampingku. Di depan kami, ada Shanum yang masih terlelap.

"Iya, ada perlu sama kamu," ujar Bapak seraya menghenyakkan bokong di lantai beralaskan karpet.

Tangan Bapak terulur mengusap kepala putriku yang tidak merasa terganggu dengan kehadirannya. Kemudian dia menatap lurus ke depan seraya membuang napas.

"Gini, Num, Bapak mau menawarkan seseorang padamu."

Keningku langsung berkerut mendengar maksud kedatangan Bapak.

Menawarkan seseorang? Terdengar sangat aneh hingga membuatku semakin menajamkan pendengaran untuk menampung kata yang akan diucapkan Bapak selanjutnya.

"Sepupu si Adit yang dari kampung, katanya sedang mencari pekerjaan. Maksud kedatangan Bapak ke sini, untuk menawarkan dia pada kamu. Kira-kira, kamu butuh orang buat bantu-bantu di sini, gak?" ujar Bapak membuatku mengerti.

Aku manggut-manggut, tapi belum menjawab pertanyaan Bapak. Aku memang butuh or
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status