Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Oleh:  Moneto  Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.2
Belum ada penilaian
2618Bab
4.4MDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Meskipun sang Terhebat kembali untuk melewati hari-harinya dengan damai, dia masih diremehkan oleh semua orang. Pada hari pernikahannya, hanya dengan lambaian tangannya, dia memanggil Sembilan Dewa Perang Agung, mereka semua memanggilnya sebagai tuan …

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

Komen
Tidak ada komentar
2618 chapters
Bab 1
Di perbatasan Barat Daya ...Perang antara Sembilan Provinsi sudah reda. Benteng-benteng pertahanan telah diamankan. Setiap benteng yang tak bisa ditembus telah menanamkan ketakutan terhadap musuh-musuhnya!Pada saat ini, di dalam salah satu bangunan besar, seorang penguasa mengamati seorang pemuda. Wajahnya terlihat sendu.“Apakah kau benar-benar berencana untuk kembali ke Provinsi Tengah? Untuk saat ini kau ingin merahasiakan posisi Pejuang Terhebat tersebut?”Sebagai seorang penguasa, lelaki tua itu menatap mata pemuda di depannya dengan penuh rasa hormat.Di belakang pemuda itu berdiri Sembilan Dewa Perang yang Agung.Sembilan Dewa Perang yang Agung tersebut sangat berjasa. Hanya dalam waktu lima tahun, mereka telah berkontribusi besar. Keberadaan mereka membuat ketakutan di hati musuh-musuhnya. Sembilan Dewa Perang yang Agung diberi gelar resmi sebagai Dewa Perang. Mereka menikmati kekuasaan dan kekayaan yang tak tertandingi dan akan segera kembali ke sembilan provinsi. Masing-m
Baca selengkapnya
Bab 2
Saat Fane sedang mengingat-ingat sesuatu, seorang gadis kecil berwajah kotor berjalan ke gerbang dan sembunyi-sembunyi melihat ke dalam.Gadis kecil itu agak kurus. Dia tampak berusia empat atau lima tahun dengan warna kulit agak kekuningan. Tampaknya dia kekurangan gizi.“Gadis kecil itu, matanya mirip dengan mata Selena!”Melihat penampilan imut gadis itu, Fane tidak bisa menahan senyum.Seorang pelayan keluarga Taylor keluar. Dia menatap para penjaga yang berdiri di dekat pintu dan menarik gadis kecil itu ke sudut lain.Entah kenapa, mungkin karena kemiripan tampilan gadis itu dengan Selena, minat Fane menjadi terusik. Dia perlahan berjalan ke arah mereka.Fane kemudian menyaksikan pelayan itu dengan hati-hati mengeluarkan dua roti dari sakunya dan memberikannya kepada gadis kecil itu. “Kylie, hanya ada dua hari ini!”“Terima kasih, Kakak Cantik!”Gadis kecil itu menelan ludah saat perutnya mulai berbunyi. Jelas terlihat bahwa dia kelaparan.“Cepatlah makan!”Pelayan itu lalu menep
Baca selengkapnya
Bab 3
”Fane, apakah kau benar-benar sudah gila? Jangan lupakan identitasmu sendiri. Kau hanya orang luar yang menikah dengan keluarga kami. Jangan berpikir hanya karena telah menjadi tentara selama beberapa tahun, kau bisa bermain-main denganku dengan sedikit kekuatan tambahan,”Ivan menggertakkan giginya dan mencoba berdiri.Bang!Fane menyambutnya dengan sebuah tendangan dan mendorongnya ke lantai. Dia membuat area di sekitarnya menjadi berdebu. “Aku tidak akan mengulangi kata-kataku!”Fane lalu menginjak punggung tangan Ivan.“Arghh!” Ivan menjerit kesakitan. Dia merasa seolah-olah tulangnya dihancurkan.“Dasar sialan...” Ivan mengangkat kepalanya saat ketakutan telah membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi. Dia mendongak dan bertemu dengan tatapan tanpa ampun dari Fane.“Apakah kau akan memakannya atau tidak? Jika tidak, aku akan membunuhmu sekarang!” Fane berkata dengan dingin.“M-M-makan. Aku akan memakannya!”Kali ini Ivan sangat ketakutan oleh sikap Fane. Meskipun hatinya menolak,
Baca selengkapnya
Bab 4
“Sisa enam menit. Kosongkan tempat ini. Karena kau baru saja menyinggungku, jangan pernah berpikir untuk menagih pembayarannya!” Fane menatap dengan dingin orang-orang yang tersisa.Meskipun mereka juga tangguh, mereka tidak seberapa jika dibandingkan dengan Naga Hitam. Tak satu pun dari mereka yang berani menatap mata Fane.“Semuanya, segera pergi, jika tidak...!”Mereka mulai saling berteriak. Pelanggan lain jelas ketakutan dengan kejadian yang yang mereka lihat sebelumnya dan langsung melarikan diri seolah-olah hidup mereka bergantung pada seberapa cepat mereka berlari.Mereka tidak bisa melihat bagaimana Naga Hitam mati. Seolah-olah telah terjadi sesuatu yang bersifat supernatural.Dalam waktu kurang dari satu menit, seluruh pemandian pun menjadi kosong!Seorang pelayan wanita yang cantik keluar dengan patuh setelah diberi isyarat oleh penjaga dan bertanya dengan nada khawatir, “Tuan, t-t-tempat ini sudah kosong. Bagaimana kami bisa melayani Anda?”“Ambilkan satu set pakaian berme
Baca selengkapnya
Bab 5
Jenny lalu membawa Fane ke depan pintu sebuah rumah berhalaman kecil yang bobrok.Ada pohon beringin besar di halamannya. Jika diihat, suasananya terlihat tenang. Namun masalahnya adalah tempat itu terlalu bobrok.“Kau bilang ibuku, Selena, dan mertuaku tinggal di sini?”Melihat rumah di depannya, Fane merasa sangat sedih.Selena adalah putri keluarga Taylor dan sangat berbakat. Saat itu, dia bahkan dikenal sebagai seorang sutradara cantik yang memancarkan kebanggaan. Banyak orang yang berusaha menarik hatinya.Pada saat itu, karena keputusannya untuk mempertahankan anaknya membuatnya diusir dari rumah dan tinggal di tempat seperti ini!Jenny tersenyum pahit. “Ada juga adik Nona Selena! Lima tahun yang lalu dia masih muda. Tapi sekarang dia berumur 19 tahun dan tinggal di sini,”“Begitu banyak orang!”Mata Fane memerah. Selena pasti mengalami banyak kesulitan!Namun, mereka segera menyadari ada mobil Bentley yang terparkir di halaman.“Mengapa ada Bentley di sini?”Fane merengut dan m
Baca selengkapnya
Bab 6
“Benar sekali. Kau benar sekali! Sejujurnya, aku tidak terlalu suka gadis kecil itu!”Fiona mengangguk berulang kali. “Bagaimanapun juga, dia seharusnya tidak ada!”Mendengar kata-katanya, Fane merasakan keinginan untuk membunuh mereka semua hanya dalam satu serangan.Namun jauh di lubuk hatinya, dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tetap tenang. Bagaimanapun juga, Fiona adalah ibu Selena, ibu mertuanya.Tempat ini bukan medan perang, tempat untuk membunuh siapapun yang dia inginkan. Setidaknya, Fiona dan Andrew bukanlah musuhnya.Kaki Andrew menjadi seperti itu karena tindakan gegabahnya pada Selena pada malam pernikahan mereka.Kebencian mereka padanya menjadi masuk akal.Namun, ada orang luar yang hadir di sini.Fane tersenyum dingin, lalu menatap ke arah Ken Clark. “Kylie adalah putriku. Dia bukan bagasi, dia juga bukan anak pelacur. Kau harus berlutut dan meminta maaf atas kata-katamu itu!”Pada saat itu, Fane berhenti sejenak. Dia lalu melanjutkan, “Jika bukan karena keenggana
Baca selengkapnya
Bab 7
“Aku akan mati hari ini? Aku rasa tidak!”Fane tidak terpengaruh. Dia melirik keluar dan melihat Jenny telah membawa Kylie untuk bermain di bawah pohon beringin.“Hmph, aku ingin lihat apakah nanti kau masih bisabersikap tangguh!” Ken Clark tidak mau repot-repot berbicara dengan Fane. Dia yakin Fane akan segera menyesal.Dengan sangat cepat, beberapa mobil menepi di luar rumah. Dan Jameson, petarung nomor satu keluarga Clark pun masuk bersama beberapa pria berotot.Saat memasuki halaman, Dan berteriak, “Siapa orang yang berani menggertak tuan muda kami? Apakah kau ingin mati?”Pada saat itu, Dan sangat marah karena dia baru saja bertemu dengan seseorang yang tidak mampu dikalahkannya dan bahkan membuatnya kehilangan satu jarinya.Dia baru saja selesai merawat lukanya di rumah sakit ketika tuannya meneleponnya lagi. Dia diberitahu bahwa Tuan Muda Clark dipukuli dan menyuruhnya datang untuk menyelesaikan masalah.“Sampah itu bernama Fane Woods. Cuma seorang pensiunan tentara yang bau, n
Baca selengkapnya
Bab 8
“Ma, apa pun yang kau katakan, Fane tetap ayah Kylie dan menantu laki-lakimu. Jangan mengejeknya seperti itu lagi!”“Masa lalu itu sudah jauh di belakang kita sekarang. Kau juga harus berhenti membicarakannya!”Selena tetap baik dan pengertian seperti yang dulu.“Omong kosong! Kami tidak pernah mengakuinya sebagai menantu kami. Dia tidak masuk hitungan!” Fiona membalasnya.“Tepat sekali. Jika bukan karena dia, kakiku tidak akan berada dalam kondisi seperti ini!” Andrew juga menyimpan dendamnya.“Tapi kesalahan apa yang dia lakukan? Saat itu, aku tidur dengannya karena sakit hati pada keluarga kita. Aku tidak berharap diriku hamil karena kejadian itu!”Selena merasa tidak berdaya. Memang tindakan kurang ajarnya yang menyebabkan semua ini. Namun, dia benar-benar tidak mau menggugurkan anak itu.Situasi yang mereka hadapi hingga saat ini dia anggap sebagai hukuman atas semua kesalahan yang dia buat kala itu.“Tapi kau tidak harus membawa anak itu. Kau... Kau benar-benar mencoba memberiku
Baca selengkapnya
Bab 9
“Tepat sekali. Para gelandangan ini berbicara tentang perang dan membawa kemuliaan bagi negara kita. Lucu sekali!”Anak muda lainnya terkekeh.Bang bang!Detik berikutnya, kedua pemuda itu hanya melihat sekelebat bayangan buram lalu terlempar dan terbanting ke dinding di belakang mereka dan langsung membuat dinding tersebut runtuh.“Pfft!”Keduanya langsung muntah darah segar. Kaki mereka menegang lalu berhenti bergerak.“Aaah! Pembunuhan!”Gadis - gadis itu menjerit seolah baru saja melihat hantu dan langsung melarikan diri.“Oh tidak, Fane, kau telah membunuh orang. Bagaimana jika mereka adalah orang penting atau anggota suatu organisasi? Apa yang akan kita lakukan?”Melihat mereka berdua terbaring tak bergerak, Joan menjadi pucat pasi.“K-k-kau terlalu gegabah. Ini bukan medan perang. Ada beberapa orang yang tidak boleh kita singgung perasaannya. Apakah kau pikir kau masih di medan perang di mana membunuh lawan itu tidak akan menjadi masalah?” “Mengapa kau tidak bisa menahan amarah
Baca selengkapnya
Bab 10
“Apakah ketiga orang ini waras? Mereka terlihat sangat kotor. Lihatlah wanita yang mengenakan seragam pembersih jalan dan topi jerami. Astaga, bukankah ini toko eksklusif untuk merek internasional terkenal?”Seorang wanita kaya mencibir dingin saat melihat ke atas sambil mengambil pakaiannya. Dia menenteng sebuah tas bermerek.“Maaf, Nyonya. Aku akan menyuruh mereka segera pergi!”Pramuniaga cantik di sampingnya segera menjawab dengan senyuman. Dia lalu berbalik untuk menginstruksikan pramuniaga lainnya, “Pergi, bawa mereka keluar dari sini. Jangan biarkan mereka menurunkan standar kelas toko kita!”Si pramuniaga cepat-cepat melangkah dengan sepatu hak tingginya dan mendekati kelompok Fane yang terdiri dari tiga orang. “Halo. Apakah Anda di sini untuk membeli pakaian? Kami adalah toko eksklusif. Produk kami berasal dari luar negeri dan berkualitas tinggi…”Pramuniaga ini adalah karyawan yang berpengalaman. Dia yakin dengan bersikap seperti itu, orang-orang miskin ini dengan sendiriny
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status