5 Jawaban2025-11-04 00:51:16
Lucu, aku sempat kepo soal ini karena sering lihat kata 'insult' dipakai di berita dan diskusi kesehatan.
Menurut yang aku baca di KBBI, kata 'insult' memang masuk sebagai kata pinjaman dan punya makna yang berbeda tergantung konteks. Makna yang paling umum adalah 'penghinaan' atau perbuatan yang merendahkan orang lain — setara dengan kata seperti 'celaan' atau 'ejekan'. KBBI menempatkannya sebagai kata benda dan juga bisa dipakai secara verba dalam percakapan sehari-hari ketika orang bilang 'menginsult' meski bentuk itu bukan baku.
Selain itu, ada juga penggunaan medis: 'insult serebral' dipakai untuk merujuk pada serangan mendadak pada otak (kira-kira sama konteksnya dengan istilah 'stroke' dalam bahasa populer). Jadi, bila kamu nemu kata ini, perhatikan konteksnya; apakah bicara soal penghinaan sosial atau kondisi medis. Aku selalu merasa lucu melihat satu kata Inggris bisa menyelinap ke dua ranah makna yang cukup jauh seperti itu.
3 Jawaban2025-10-22 03:50:35
Geli sendiri rasanya setiap kali aku menelusuri definisi kata 'sastra' di KBBI — sederhana tapi membuka banyak pintu pemahaman.
Menurut KBBI, 'sastra' pada intinya adalah karya tulis yang meliputi puisi, prosa, drama, dan bentuk-bentuk sejenis yang mengandung nilai estetika serta ungkapan imajinatif. Definisi itu menekankan bentuk tulisan dan nilai seni bahasa: bukan sekadar menyampaikan fakta, melainkan meramu kata untuk menimbulkan pengalaman estetis, perasaan, atau pemikiran.
Buatku, yang sering menyelami novel dan cerpen, penjelasan KBBI ini terasa seperti peta awal — jelas dan praktis. Dia tidak membahas teori sastra yang rumit atau batasan sekolah kritik tertentu; KBBI lebih pada menjelaskan apa yang umum dimaksud masyarakat ketika menyebut 'sastra'. Jadi, ketika aku membaca sebuah novel yang membuat dada berdebar atau puisi yang bikin merinding, aku tahu itu layak disebut sastra menurut pengertian kamus: karya tulisan penuh estetika dan imajinasi. Itu saja, simpel tapi memuaskan sebagai titik mula memahami kenapa kita mencintai kata-kata.
4 Jawaban2025-11-10 17:32:26
Definisi 'parasit' menurut KBBI itu sebenarnya cukup lugas dan sedikit gelap—tepat seperti kata yang dipakai di percakapan sehari-hari. KBBI menyatakan bahwa parasit adalah organisme yang hidup pada atau di dalam tubuh organisme lain dan memperoleh makanan dari organisme itu; dengan kata lain, mereka bergantung pada inang dan biasanya merugikannya. Dalam konteks biologi ini, contoh klasik yang langsung terbayang adalah kutu, cacing pita, atau protozoa yang menyebabkan penyakit.
Di luar pengertian biologis, KBBI juga mencatat penggunaan kiasan: kata 'parasit' dipakai untuk menggambarkan orang yang hidup bergantung pada orang lain dan cenderung merugikan. Jadi ketika orang menyebut seseorang sebagai parasit, itu bukan hanya soal hubungan fisik, melainkan juga soal ketergantungan sosial atau ekonomi yang merugikan pihak lain. Aku sering kepikiran bagaimana satu kata bisa membawa nuansa ilmiah sekaligus emosi—itulah bahasa yang hidup, dan definisi KBBI menangkap kedua sisi itu dengan sederhana.
4 Jawaban2026-04-16 10:23:44
Pernah kepikiran nggak sih gimana nasib penulis KBBI yang kerja keras ngumpulin ribuan kata itu? Ternyata, mereka digaji sebagai PNS karena KBBI termasuk karya resmi pemerintah. Jadi, meskipun bukunya laris manis di pasaran, penulisnya nggak dapet royalti per penjualan kayak novelis biasa. Lucu ya, padahal KBBI itu kayak 'kitab suci'-nya bahasa Indonesia, tapi kreatornya justru dibayar flat.
Aku pernah ngobrol sama salah satu linguis yang terlibat dalam penyusunan edisi terbaru, dan dia bilang proses revisinya itu super ketat—bisa bertahun-tahun! Tapi ya gitu, penghargaannya lebih ke bentuk pengakuan akademis. Kalau dipikir-pikir, mungkin ini salah satu alasan kenapa jarang ada anak muda yang mau terjun ke bidang leksikografi.
3 Jawaban2025-09-09 07:59:30
Aku sempat terpaku waktu melihat foto selebritas yang diambil dari sudut jalan, lalu langsung cari definisinya di KBBI untuk klarifikasi.
Aku cek KBBI, dan istilah paparazzi dijelaskan sebagai fotografer yang memburu atau mengambil gambar orang terkenal, biasanya di luar konteks resmi, dan kerap tanpa izin—inti definisinya menekankan perilaku yang agresif atau mengganggu privasi. Dari situ jadi jelas kalau kata ini bukan sekadar pekerjaan netral; KBBI menaruh muatan negatif karena menyinggung cara kerja yang invasif.
Sebagai penggemar hiburan yang sering mengikuti berita selebritas, aku merasa penting membedakan antara fotografer berita yang meliput kejadian publik dan paparazzi yang mengejar momen privat demi komersial. Asal kata ini sendiri menarik: istilah jamak paparazzi berasal dari karakter dalam film 'La Dolce Vita', dan sejak itu istilahnya melekat pada gambar-gambar yang diambil dengan cara mengejar atau mengintai.
Dalam praktiknya, penggunaan kata menurut KBBI memberi dasar etis: ketika orang menyebut seseorang paparazzi, itu bukan pujian—itu kritik terhadap metode. Aku jadi lebih sadar saat sharing foto atau artikel, apakah konten itu diperoleh secara etis atau malah melanggar privasi. Akhirnya, buatku, membaca definisi KBBI membantu menilai mana liputan yang wajar dan mana yang harus dikutuk.
3 Jawaban2026-04-03 01:15:20
Ada semacam ironi lucu dalam pertanyaan ini—bagaimana orang yang picik bisa menyadari bahwa mereka picik? Tapi mari kita anggap ini niat baik untuk introspeksi. Salah satu cara paling efektif menurut pengalamanku adalah dengan sering-sering 'keluar dari bubble'. Misalnya, aku dulu cuma baca genre fantasi, sampai suatu hari dipaksa teman baca 'Laut Bercerita'. Ternyata dunia sastra Indonesia keren juga! Sekarang aku sengaja eksplor hal-hal di luar zona nyaman, dari podcast filosofi sampai drakor yang tadinya kuanggap cuma cengeng.
Hal lain yang kupraktikkan: aktif bertanya ketimbang menghakimi. Waktu ada teman bilang 'game mobile itu bukan game beneran', alih-alih langsung debat, lebih asyik tanya 'Lo udah coba Genshin atau Honkai Star Rail belum?'. Dialog semacam ini sering bikin orang (termasuk diriku sendiri) sadar bahwa prasangka itu biasanya datang dari ketidaktahuan.
4 Jawaban2026-04-16 18:33:16
Bicara soal KBBI edisi terbaru, aku langsung teringat perjalanan panjang kamus ini sejak era Badudu sampai sekarang. Edisi V yang terbit 2016 lalu memang monumental karena dikerjakan tim Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan penyunting utama Prof. Dendy Sugono. Tapi perlu diingat, KBBI itu karya kolektif—setiap edisi melibatkan puluhan linguis, editor, dan peneliti yang bekerja bertahun-tahun. Proses revisinya sendiri selalu dinamis, mengikuti perkembangan bahasa masyarakat. Aku pernah baca wawancara salah satu tim penyusun yang bilang mereka harus mengecek ribuan entri baru dari media sosial sampai jargon kekinian!
Yang menarik, meski Dendy Sugono sering disebut sebagai 'pengarang', sebenarnya beliau lebih berperan sebagai koordinator tim. KBBI itu seperti mozaik raksasa dimana kontribusi datang dari berbagai pihak—bahkan termasuk masyarakat umum lewat tautan 'usul kata' di laman resmi mereka. Kalau dipikir-pikir, ini membuktikan bahasa Indonesia benar-benar hidup dan terus berevolusi.
3 Jawaban2026-01-12 18:14:28
Hingga awal 2026, versi online terbaru dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencerminkan pembaruan yang dilakukan pada Oktober 2025, ketika Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menambahkan 3.259 entri baru, sehingga total entri mencapai lebih dari 210.595. Pembaruan ini merupakan bagian dari revisi rutin setengah tahunan untuk memastikan KBBI tetap mengikuti perkembangan penggunaan bahasa Indonesia.