Pernah dengar istilah 'self-care sebelum couple-care'? Psikolog justru menyarankan itu sebagai langkah awal. Alih-alih langsung memikirkan cara memperbaiki hubungan, pastikan mentalmu cukup kuat dulu. Caranya? Batasi kontak dengan suami untuk sementara, lakukan aktivitas yang membangkitkan percaya diri—misalnya olahraga atau kembali menekuni hobi lama.
Jangan lupa, perselingkuhan bukanlah cerminan kegagalanmu sebagai istri. Psikologi modern melihatnya sebagai gejala dari dinamika hubungan yang kompleks. Jika ingin rekonsiliasi, coba diskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi selama ini. Tapi realistis saja: tidak semua hubungan bisa—atau harus—diselamatkan. Prioritaskan dirimu sendiri.
Psikolog sering bilang, menghadapi perselingkuhan itu seperti mengurai benang kusut—perlu kesabaran dan alat yang tepat. Pertama, validasi perasaanmu sendiri: sedih, dikhianati, bahkan lega sekalipun adalah normal. Jangan buru-buru menyalahkan diri atau membenarkan tindakannya.
Kedua, cari dukungan profesional. Terapis individu bisa membantumu memetakan emosi, sementara konselor pernikahan cocok jika kalian sepakat memperbaiki hubungan. Ingat, memaafkan bukan berarti melupakan. Rebuilding trust butuh transparansi total dari pihak yang bersalah, seperti akses ke media sosial atau laporan rutin tentang aktivitasnya. Tapi semua ini hanya works jika kedua belah pihak equally committed.
Ada satu momen dalam hidup di mana segala sesuatu terasa seperti di ujung tanduk, dan menemukan pasangan berselingkuh adalah salah satunya. Psikolog sering menyarankan untuk tidak mengambil keputusan impulsif—marah-marah, konfrontasi brutal, atau malah menutup diri sepenuhnya. Langkah pertama adalah memberi diri waktu untuk mencerna emosi, mungkin dengan menulis jurnal atau curhat ke teman dekat yang netral.
Setelah stabil, coba evaluasi hubungan secara objektif: apakah ini kesalahan satu kali atau pola yang berulang? Psikolog juga menekankan pentingnya komunikasi tanpa defensif. Misalnya, tanyakan alasan di balik perselingkuhan dengan nada terbuka, bukan menginterogasi. Terkadang, masalah seperti kurangnya perhatian atau ketidakpuasan emosional bisa jadi akar masalahnya. Jika memutuskan mempertahankan pernikahan, terapi pasangan adalah opsi yang layak dipertimbangkan.
Dalam kasus perselingkuhan, psikolog keluarga biasanya menyarankan tiga fase: marah, memahami, dan memutuskan. Fase marah itu wajar; jangan ditahan, tapi jangan sampai merusak diri sendiri atau orang lain. Coba luapkan dengan kreatif—misalnya melalui lukisan abstrak atau musik.
Fase memahami melibatkan analisis penyebab. Apakah suami merasa terisolasi? Apakah ada kesenjangan komunikasi? Tools seperti 'love languages' bisa membantu mengetahui kebutuhan emosional yang terabaikan. Fase terakhir, memutuskan, adalah hak prerogatifmu. Psikolog tidak pernah memaksakan perdamaian atau perceraian, tapi mereka bisa membantumu melihat opsi secara jernih. Terapis yang baik akan memberimu ruang untuk menentukan jalan tanpa tekanan.
2026-06-30 18:17:18
4
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Keisha
9.6
476.0K
Saat usia kehamilannya memasuki 25 minggu, Elara memergoki suaminya berselingkuh saat pemeriksaan kehamilan.
Tubuhnya gemuk, penampilannya jelek. Dia dengan susah payah menopang perutnya. Dia bahkan dipanggil "tante" oleh selingkuhan muda dan cantik suaminya, serta ditolak dan dicampakkan suaminya di depan umum.
Namun, pertemuan pertamanya dengan Deon dulu juga pernah menjadi sesuatu yang begitu gemilang dan dipuja banyak orang.
Karena menganggap Elara naik posisi dengan cara merayu di ranjang, Deon mengambil inisiatif mengajukan perceraian kepadanya.
Saat itu juga, hati Elara benar-benar mati. Delapan tahun mencintai dan berkorban secara diam-diam, dari masa kuliah hingga masuk ke dunia kerja, semuanya tidak ada artinya.
Elara pun melahirkan anaknya, menandatangani surat perjanjian cerai, lalu pergi.
....
Lima tahun kemudian, dia telah menjadi wanita karier yang memukau dengan kekayaan bernilai ratusan miliar. Dia cantik memikat dan penuh percaya diri, berbakat luar biasa, serta dikelilingi banyak pengejar.
Namun, pria yang dulu mengajukan perceraian justru tak pernah benar-benar mengurus akta cerai dengannya.
Elara pun mengajukan gugatan ke pengadilan.
Deon yang dulu mencampakkan Elara malah terus menempel dengannya, menghadapi siapa pun yang mendekati Elara. Satu per satu pria itu mendapat pembalasan dendam dari Deon.
Hingga Elara menggandeng tangan pria lain dan secara terbuka mengumumkan pertunangannya, Deon menekan tubuh wanita itu ke sudut dinding dan kehilangan kendali. "Elara, kamu mau nikah dengan pria lain? Jangan mimpi."
Mengetahui perselingkuhan sang suami dengan mantan kekasihnya, Audy bermain cantik untuk membongkar perselingkuhan mereka. Ia pun bahkan menikahkan suaminya dengan selingkuhannya sebelum menceraikan suaminya dan mengembalikan suaminya ke posisi awalnya. Bagaimana kisah Audy selanjutnya?
Perselingkuhan Deno yang selama 4 tahun tertutup rapat dari Nelda, akhirnya terbongkar juga lewat ponsel asing yang terletak di bawah lemari. Begitu perih hati Nelda membaca pesan dari wanita lain, namun dia punya rencana besar. Apakah rencananya? Dan bagaimana dia menjalankan rencananya? Akankah Nelda suatu saat nanti menemukan kebahagiaannya? Simak di kisah berikut ini.
Siapa sangka, gadis secantik Theona telah dijual oleh keluarganya pada pria tua berusia 65 tahun dan dinikahkan dengan putra tampannya, Ikosagon.
Setelah menikah, Theona memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya pada Ikosagon. Namun sayangnya, ia selalu diperlakukan kasar dan dingin karena sang suami memiliki wanita lain di hatinya. Bahkan, Theona selalu diberi obat peluruh janin setiap kali mereka berhubungan badan. Ia juga dilarang hamil jika tidak ingin anaknya dibunuh oleh Ikosagon sendiri.
Seperti apa kelanjutan kisah Theona dan Ikosagon?
Apa yang akan Theona lakukan jika ia tahu dirinya tengah hamil?
Cover by bing and design by me
Cerita ini dipublikasikan pada 17 Juli 2024
Demi menghindari kematian, apa pun akan Arum lakukan bahkan jika harus bercerai dengan seorang suami psikopat walau ia masih mencintainya.
Alih-alih ingin bercerai, Arum yang tidak ingin membuat orang tuanya malu pun harus melakukan drama sampai diceraikan di kemudian hari. Namun apa yang ia rencanakan selalu gagal di tengah jalan, meski begitu Arum takkan menyerah begitu saja.
Akankah Arum dapat terbebas dari takdir kematiannya, atau justru sebaliknya ia bertahan karena cinta yang dimiliki?
Pada hari ketujuh setelah kematianku, suamiku membawa kekasih lamanya ke ranjang pernikahan kami dan bercinta dengan penuh hasrat. Wajahnya tampak sangat puas saat berkata, "Akhirnya aku nggak perlu lihat wanita penghibur itu lagi."
Namun kemudian, dia memeluk barang-barang peninggalanku sambil menangis penuh penyesalan. "Sheny, kenapa kamu belum pulang juga?"
Sepertinya dia sudah lupa, nyawaku dan anak dalam kandunganku telah melayang di saat dia memaksaku mendonorkan sumsum tulang kepada kekasih lamanya.
Mimpi tentang suami selingkuh bisa jadi cerminan kecemasan tersembunyi dalam hubungan. Menurut psikologi, mimpi sering kali merupakan manifestasi dari ketakutan atau ketidakpastian yang tidak kita sadari sehari-hari. Bisa jadi, ini muncul karena perasaan tidak aman dalam hubungan, atau bahkan karena kita sendiri merasa kurang dihargai. Mimpi seperti ini tidak selalu berarti pasangan benar-benar berselingkuh, tapi lebih tentang bagaimana kita memandang dinamika hubungan.
Terkadang, mimpi ini juga bisa terkait dengan pengalaman masa lalu, seperti pernah dikhianati sebelumnya atau melihat orang tua mengalami perselingkuhan. Otak kita menggunakan metafora untuk memproses emosi yang kompleks, dan selingkuh dalam mimpi mungkin simbol dari sesuatu yang lebih abstrak—misalnya, rasa takut kehilangan kontrol atau perubahan besar dalam hidup. Yang penting adalah mengomunikasikan perasaan ini dengan pasangan, bukan langsung menyimpulkan yang terburuk.
Ada sesuatu yang sangat manusiawi tentang proses memaafkan, terutama ketika itu melibatkan orang yang paling dekat dengan kita. Menurut psikolog, langkah pertama adalah mengakui rasa sakit itu sendiri—tidak menyangkal atau mengecilkannya. Aku pernah membaca bahwa memaafkan bukan tentang melupakan kebohongan, tapi tentang memahami akar penyebabnya. Apakah itu ketakutan, tekanan, atau pola komunikasi yang buruk? Proses ini membutuhkan waktu dan seringkali melibatkan terapi bersama untuk membangun kembali kepercayaan.
Yang menarik, psikolog juga menekankan pentingnya menetapkan batasan setelah pengkhianatan. Memaafkan bukan berarti memberi carte blanche untuk terus dibohongi. Justru sebaliknya, ini tentang menciptakan ruang aman di mana kedua pihak bisa tumbuh. Aku sendiri percaya bahwa hubungan yang selamat dari kebohongan justru bisa lebih kuat—jika ada kemauan untuk jujur secara radikal setelahnya.
Gue pernah ngobrol sama temen yang jadi tulang punggung keluarga karena suaminya lagi nganggur. Awalnya, dia merasa bangga bisa ngebantu, tapi lama-lama tekanan finansial bikin stresnya numpuk. Yang bikin berat itu bukan cuma duit, tapi juga pertanyaan dari keluarga besar kenapa suaminya 'gak kerja'. Rasanya kayak dia harus ngejelasin terus-terusan, padahal emang lagi susah cari kerja.
Dia cerita kalo hubungan mereka jadi agak tegang, kadang suaminya merasa gak berguna dan itu bikin dia ngerasa bersalah. Tapi di sisi lain, dia juga kesel karena harus nanggung semua sendiri. Gue liat gimana dia berusaha balance antara support suaminya tapi juga gak mau terlalu ngedorong. Susah sih, tapi mereka pelan-pelan nemu cara komunikasi yang lebih baik.