Dari riset kecil-kecilan browsing forum kesehatan, rata-rata tempat pijat ganteng di Surabaya pakai sistem membership. Bayar Rp300.000 dapet 2x session termasuk free aromatherapy oil. Beberapa tempat hits seperti 'The Handsom Spa' di Pakuwon Mall malah charge Rp500.000 untuk 120 menit pijat plus facial sama terapis berbadan sixpack.
Yang lucu, ternyata banyak salon pria sekarang nyamar jadi tempat pijat demi narik customer cewek. Mereka pakai strategi promo 'Buy 1 Get 1 Free' buat session pertama, tapi tetep aja harga per jamnya nancep di Rp180.000. Worth it sih menurut review di Google Maps, soalnya ruangannya full AC dan ada gratis green tea latte.
Mencari pemijat yang sekaligus eye candy di Surabaya ternyata punya range harga yang cukup variatif tergantung lokasi dan fasilitas. Dari pengalaman teman-teman komunitas wellness, tarif standar mulai Rp150.000 per jam untuk klinik pijat premium di daerah Mayjend Sungkono atau Darmo. Beberapa tempat menawarkan paket 90 menit sekitar Rp220.000 dengan therapist berbaju ketat yang sengaja dipajang di Instagram mereka.
Kalau mau yang lebih eksklusif, ada jasa home service dari aplikasi pijat khusus dengan tarif Rp250.000-an. Mereka biasanya punya seleksi ketat soal penampilan fisik terapis. Tapi hati-hati sama hidden cost kalo pesen lewat aplikasi—kadang ada biaya transport atau tambahan teknik khusus yang nggak disebut di awal.
Awalnya nggak nyangka kalau tren male spa therapist di Surabaya bisa sampai segini booming. Tempat populer kayak 'Bodywork Studio' dekat Tunjungan Plaza punya harga per jam Rp200.000 weekday, Rp250.000 weekend. Bedanya? Weekend ada sesi foto bareng terapis pake baju renang. Beberapa klinik kecantikan malah nawarin paket couple massage Rp600.000 dimana salah satu terapinya model freelance.
2026-07-09 23:36:14
7
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng
Khody Didi
10
9.2K
Nayaka adalah seorang guru sekolah menengah pertama, usianya hampir berkepala tiga tahun ini. Dia memiliki dua sisi yang sangat berbeda. Orang bilang itu lah Gemini! Siang dia menjelma bak Malaikat dengan pekerjaannya sebagai guru namun malam jelas berbeda, dia memainkan musik dari bar ke bar dan bergelut di dunia malam yang hitam pekat.
Salah satu murid nakalnya bernama Carmen! Bagi Nayaka Carmen itu seperti iblis kecil yang mengesalkan. Namun juga menyedihkan.
Nayaka tidak tahu jika ternyata orangtuanya menjodohkan dengan duda tampan yang sialnya adalah ayah dari Carmen! Apakah dia bisa mengubah Carmen menjadi lebih baik? atau … menyeretnya kian dalam seperti dunianya? Entahlah. Karena pernikahan ini baginya hanyalah Kawin Gantung yang sewaktu-waktu bisa diputuskannya! (Warning cerita mengandung kontent 21+ harap bijaksana membacanya
Saktiawan Sanjaya a.k.a Awan adalah seorang remaja asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Saat ini, remaja yang masih duduk kelas 2 SLTA dari kampungnya sumatera barat tersebut mencoba mencari pengalaman baru untuk sekolah di kota Bandung, karena perintah dari sang Ibu yang bekerja di Kota tersebut. Ibunya (Arini), merupakan seorang pembantu yang bekerja di keluarga kaya raya bernama Agus Wijaya (pemilik perusahaan ternama Wijaya Group), dengan seorang istri yang bernama Lina. mereka mempunyai seorang putri yang sangat cantik, bernama Renata Wijaya, usianya lebih besar 1 tahun dari Saktiawan Sanjaya.
Kepindahan Awan sendiri ke kota Bandung bukan tanpa sebab. Pertama, karena kakek dan nenek yang selama ini mengasuh Awan dikampung wafat saat ia masih kelas 1 SLTA. Karena alasan itulah sang ibu meminta Awan untuk pindah sekolah di Kota tempat ia bekerja, disamping bisa lebih dekat dengan anaknya, juga bisa memberikan pendidikan yang lebih baik lagi, karena melihat anaknya punya potensi yang sangat 'baik' dalam pelajarannya.
Ayahnya, jangan ditanya dulu, karena sosok ini masih jadi 'misteri' sampai saat ini, bahkan Arini ibunya Awan masih merahasiakan seperti apa sosoknya.
Kedepannya, awan akan menghadapi kisah yang menarik dengan wanita-wanita di sekelilingnya sekaligus tantangan kehidupan yang tidak mudah.
seperti apa ceritanya, yuk di emut... eh dilanjut.....
Lucia Amara ( 28 ) seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama adik dari almarhum kedua orang tuanya. Bukan seperti saudara pada umumnya yang di sayang, tapi Lucia di jadikan pembantu di rumah besar itu.
Dia tak bisa melawan karena dia tak punya kekuatan untuk melawan.
"Lucia, besok keluarga Tuan Marvel akan datang kemari. Kau harus menikah dengan tuan Marvel menggantikan Nadia. Kau tahu bukan jika Nadia tak akan bisa menikah dengan laki laki itu? Apa kata orang nanti jika menikah dengan laki laki seperti Marvel?"
#
Marvel Vanderick ( 35 ), laki laki yang terkenal dengan kekejamannya karena di kabarkan melakukan kekerasan pada mantan istrinya. Siapa yang sangka jika seorang Marvel tak pernah membantah semua rumor itu dan tetap menjalankan perannya sebagai seorang penguasa tanpa bisa disentuh.
"Tuan Marvel, aku memberikan putri ku sebagai pengganti uang yang aku bawa kabur. Tuan bisa melakukan apa saja kepadanya."
Marvel masih melihat gadis yang sedang ketakutan di depannya. Menunduk, dengan tangan gemetar.
"Baik, aku bawa dia. Jika kau tak segera mengembalikan uang itu dalam waktu tiga bulan, dia akan tewas!"
Marvel membawa Lucia pergi, bukan langsung ke rumah melainkan mendaftarkan pernikahan nya dengan Lucia.
"Kau sekarang sudah sah menjadi istriku, turuti perintahku. Dan jangan macam macam."
Akankah hidup Lucia berubah? Atau malah akan menjadi lebih sengsara dari sebelumnya? Apa yang di rencanakan Marvel pada Lucia?
Ig: Sangkarachan
Jenna Ren, hamil dari hubungan cinta satu malam.
Pria itu, sang atasan, setuju bertanggung jawab, dengan menikahinya.
Apakah karena cinta buta? Tentu bukan.
Pernikahan membawanya ke neraka nyata. Hinaan dan perlakuan kasar, kerap diterima oleh Jenna.
Namun, ia bertahan untuk bayi dalam kandungannya.
Follow IG @aurhorphoenix_
Gunawan kehilangan segalanya dalam sekejap.
Dipecat dari pekerjaannya. Istrinya pun memilih pergi. Rumah pun tak lagi bisa ia pijak. Ia dianggap gagal dan tak pantas memimpin, tak layak jadi suami.
Dulu ia dihormati. Kini bahkan sekadar harga diri pun harus ia perjuangkan.
Sendiri di tengah reruntuhan hidup, Gunawan menatap waktu. Katanya, waktu bisa menyembuhkan luka. Akan tetapi, bagi Gunawan waktu justru terasa seperti pisau. Semakin lama, semakin makin dalam menggores hatinya.
Lalu apa yang akan ia pilih? Tenggelam dalam pahitnya nasib atau bangkit, meski harus merangkak dengan sisa harga diri yang melekat padanya?
“Jangan ragu untuk membuka pakaianmu. Aku ingin kamu lebih menggodanya.”
Ini permintaan paling konyol di hidup seorang Gadisa Asmarini. Bekerja sebagai personal assistant seorang beauty influencer, Gadisa memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai Gadis Penggoda.
Pekerjaan hina itu ia lakukan demi melunasi hutang keluarganya yang disebabkan oleh ayahnya yang penjudi. Tidak sampai disitu, Gadisa harus berjuang menafkahi keluarganya di tengah ibunya yang divonis sakit parah dan butuh banyak biaya pengobatan, juga kakak laki-laki yang mengidap spektrum autisme sehingga yang paling diandalkan adalah dirinya.
Bukan ini jalan hidup yang diinginkan Gadisa, namun, takdir selalu tidak berpihak padanya. Apalagi ketika uang yang ia hasilkan sebagai Gadis Penggoda jauh lebih banyak ketimbang gajinya sebagai personal assistant.
Hingga suatu saat, Gadisa mendapatkan tawaran pekerjaan yang jauh lebih konyol lagi, yaitu…
“Aku mau kamu menggoda suamiku.”
Gadisa mendapat tawaran untuk menggoda suami bosnya.
Apa yang harus Gadisa lakukan?
Apakah dirinya harus menerima tawaran itu?
Namun, bagaimana jika tanpa sengaja di hatinya tumbuh rasa suka pada Dikara?
Apa dirinya akan menggoda Dikara Erlangga demi uang, atau demi perasaannya?
Cover : Leonidas X Puspa Ayu
Pernah penasaran nggak sih kenapa harga pijat profesional bisa beda-beda banget? Aku dulu mikirnya cuma urusan ‘meja pijat vs spa mewah’, tapi ternyata kompleks juga! Di Jakarta, aku pernah nemu mulai dari Rp 80 ribu buat pijat tradisional di pinggir jalan sampe Rp 800 ribu per jam di hotel bintang lima. Yang bikin mahal biasanya lokasi (mall pasti lebih mahal daripada ruko), durasi (biasanya per jam), dan teknik pijatnya. Pijat refleksi atau Thai massage lebih murah ketimbang pijat aromaterapi pakai minyak impor.
Ada juga ‘fee siluman’ kalo terapisnya beneran jago. Aku punya langganan di Bandung yang meskipun harganya Rp 150 ribu per jam, selalu fully booked karena katanya bisa ‘ngeliat’ titik pegal tanpa kita kasih tahu. Ohya, tip biasanya nggak termasuk di harga utama, tapi di tempat premium kadang udah include 10-15% service charge. Jadi selalu tanya detail sebelum booking!
Kalau ada yang tanya tentang biaya tukang pijat di Bandung, aku bisa bilang ini salah satu pengalaman yang menyenangkan dan bisa bikin kita rileks, apalagi setelah capek seharian. Secara umum, biaya tukang pijat bervariasi, tergantung jenis layanan dan tempatnya. Mungkin kita bisa mulai dari sekitar Rp 100.000 sampai Rp 250.000 untuk pijat tradisional. Ada beberapa tempat yang lebih premium dan menawarkan pijat dengan aromaterapi, di mana harganya bisa mencapai Rp 400.000. Sementara itu, ada juga studio pijat yang sering menawarkan paket-paket promo menarik yang bikin kita lebih hemat!
Salah satu tempat favorit aku adalah di daerah Dago, di mana mereka tidak hanya menawarkan pijat yang enak, tapi juga suasananya yang bikin nyaman. Kebanyakan tukang pijat di sana sangat berpengalaman dan profesional, jadi kamu bakal dapat pengalaman terbaik. Sebelum kalian pergi, pastikan juga untuk cek ulasan di internet, ya! Ini bisa sangat membantu kalian menemukan tempat pijat yang sesuai dengan budget dan preferensi kalian.
Membicarakan lukisan termahal dari pelukis Indonesia selalu bikin merinding. Raden Saleh, maestro seni klasik kita, pernah mencatat rekor dengan karyanya 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' yang terjual sekitar Rp 71 miliar di Balai Lelang Christie's tahun 2019. Angka itu bukan sekadar nilai material, tapi pengakuan internasional terhadap warisan budaya visual Nusantara.
Yang menarik, pasar seni Indonesia belakangan semakin panas dengan nama-nama seperti Affandi atau Basoeki Abdullah yang karyanya bisa menembus puluhan miliar. Tapi bagi pecinta seni sejati, harga sering kali jadi pertanyaan kedua setelah makna di balik goresan cat minyak di kanvas itu sendiri.