TAK INGIN BERCERAI
Aku hanya menoleh sekejap lalu menarik nafas pelan, tak ingin menanggapi ucapan dan saran dari Kak Sumi karena dia tidak tahu perasaanku dan kejadian yang seperti apa.
“Memangnya berapa biayanya Kak?” Kak Dea mulai angkat suara.
“Cuma enam ratus ribu rupiah, datang langsung ke Pengadilan Agama. Gak mahal kan? Prosesnya juga gak ribet kok,” Kak Sumi yang seperti kompor meleduk terus mendukungku agar segera menceraikan suamiku yang tengah selingkuh.
Aku masih menatap layar kompter, pikiranku kalut. Sudah setahun menikah, tapi aku terus bertahan dengan sikap Mas Galih, dan aku masih belum juga bertindak sesuatu.