Ngomongin mudik lebaran, ada beberapa hack sederhana yang bisa bikin budget nggak jebol. Pertama, pertimbangkan buat berangkat di luar tanggal peak season. Misalnya, berangkat H-5 atau pulang H+3. Harga tiket biasanya lebih terjangkau dan kereta/bus juga nggak terlalu penuh.
Kalau punya waktu luang, coba cari rute alternatif. Kadang naik bus ke kota sebelah terus transit bisa lebih murah daripada langsung ke tujuan utama. Jangan lupa bawa bekal makanan dan minuman sendiri biar nggak borong di rest area. Itung-itung bisa buat tabungan THR buat ponakan!
Pulang lebaran selalu jadi momen yang ditunggu, tapi seringkali bikin kantong bolong. Salah satu trik yang gue temuin adalah booking tiket kereta atau bus jauh-jauh hari sebelum tanggal H. Biasanya, harga tiket naik signifikan kalau udah mendekati hari-H. Gue pernah dapet diskon sampai 30% cuma karena beli tiket tiga bulan sebelumnya!
Selain itu, coba cari promo dari aplikasi transportasi online atau kartu kredit. Kadang ada cashback atau diskon khusus buat pemesanan tiket mudik. Kalau bisa nebeng dengan teman atau keluarga yang searah, patungan bensin juga bisa lebih murah dibanding naik transportasi umum. Yang penting, planning dari awal biar nggak keteteran.
Gue selalu excited setiap mau mudik lebaran, tapi emang harus pinter-pinter ngatur duit. Salah satu cara yang gue lakukan adalah gabung dalam grup arisan tiket di komunitas lokal. Jadi, kita bisa patungan beli tiket secara grosir dan dapet harga lebih murah.
Kalau mau lebih irit lagi, coba naik moda transportasi yang kurang populer seperti travel carter atau kapal laut. Walaupun lebih lama, harganya bisa separuh dari pesawat. Jangan lupa cek tiket promo di situs resmi penyedia transportasi, karena kadang ada flash sale tiket mudik yang harganya bikin senyum lebar.
2026-07-16 09:24:08
14
查看全部答案
掃碼下載 APP
相關作品
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
Kafom Rona
10
38.8K
"Menikah dengan pacar sahabatku bukanlah mauku, tapi takdir yang harus kujalani karena perjodohan orang tua. Bertahan atau menyerah, itulah yang sedang kupikirkan."
-Bulan-
Tak lama kemudian, terdengarlah bunyi suara pintu jeruji besi yang terbuka. Pria malang yang ada di ruangan itu seketika lansung menjerit histeris. Ia sungguh begitu takut.
"AA-AA, too-looonnngg!" jeritannya semakin keras memenuhi ruangan di bawah tanah.
"Aaaakkkhhhh..." Suara teriakan itu pun berakhir dengan suara cekikan di leher pria tersebut. Menyakitkan. Setelah itu, tubuh pria malang tersebut pun tidak bergeming lagi.
Sindi segera bangun dan kembali mengintip dari lubang kecil yang ada di sebelah, dia shock. Pria malang itu tewas mengenaskan dengan kepala yang terlepas dari lehernya. Darah merah bercucuran memenuhi lantai.
Psikopat yang kejam itu mulai memotong-motong tubuh pria malang tersebut. Lalu memasukkan potongan-potongan itu ke dalam sebuah keranjang. Ia mengeluarkan hati, jantung, usus, dan semua isi perutnya lalu dia masukkan ke dalam keranjang tersebut. Sindi tak sanggup melihatnya. Dia menjerit ketakutan.
"AAAAA!" Sindi menutup kedua matanya.
Mendengar suara jeritan tersebut, psikopat itu langsung mengehentikan pekerjaannya. Ia lantas bergegas keluar dari ruangan itu membawa sebilah golok untuk mendatangi Sindi yang berada di ruangan sebelah. Sindi pun menjadi semakin gentar. Jantungnya berdegup tak biasa, seakan ingin segera lepas dari dadanya.
"Ja-angan bunuh a-aku.. Tolong.. aku mohon.." Sindi berlutut kepada pria itu dan menangis sejadi-jadinya. Ia sungguh begitu takut. Namun pria itu tak bersuara sedikit pun. Ia hanya terpaku diam menatap Sindi tanpa ekspresi. Wajahnya benar-benar misterius dan menakutkan.
"Nggak, jangan .... Empat orang terlalu banyak, aku nggak sanggup."
Di dalam bus malam itu, empat rekan kerja suamiku menekanku ke kursi dan merenggangkan kedua kakiku dengan paksa.
Salah satu pria yang berdiri di depanku melepas ikat pinggangnya, lalu menyabetkannya dengan keras ke pantatku.
"Buka kakimu! Perempuan kayak kamu memang pantas puasin kami."
Kemudian, dia merobek paksa celana dalamku yang sudah basah kuyup ....
Ketika Mayra dihadapkan dengan masalah di mana ia harus serumah dengan 2 keluarga suaminya yang semua kebutuhannya minta dilayani, belum lagi suka keluar masuk kamar pribadi seenaknya. Ditambah sikap Romi selaku suamimya yang terlalu cuek, membuat Mayra menyerah. Hingga akhirnya ia membuat pilihan yang sulit di mana Romi harus memilihnya atau keluarganya, jika memang ia masih ingin mempertahankan rumah tangga.
Saat hari raya, suamiku menjemput anak kembar kami pulang sekolah, tapi tiba-tiba mendapat telepon dari wanita pujaan hatinya. Dia pun meninggalkan anak-anak di pinggir jalan dan menyuruhku menjemput mereka.
Aku meninggalkan klien yang sedang kutemui dan bergegas menjemput anak-anak.
Sayangnya, aku terlambat. Anak sulungku tertabrak mobil dan terlempar, sedangkan adiknya sekarat di pelukanku, merintih kesakitan sambil terus memanggil-manggil ayahnya.
Ambulans belum tiba, ayahnya belum datang juga, akhirnya anak bungsuku meninggal.
Aku memeluk tubuh kedua putriku dan meratap di jalan.
Wanita pujaan hati suamiku mengunggah sebuah foto di media sosial dilengkapi tulisan: [Pengakuan cinta yang paling tulus adalah kehadiran kapan pun saat dibutuhkan. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar bagiku!]
Di belakang tulisan itu ada enam emoji bibir merah.
Fotonya menunjukkan kepala suamiku dan pujaan hatinya bersandar satu sama lain, tangan mereka terulur ke atas kepala, membuat bentuk hati.
Dengan hati hancur, aku mengirimkan postingan itu kepada suamiku sambil mengirim pesan: [Anak-anakmu nggak sepenting pujaan hatimu?]
Pada hari pemakaman, dia baru menjawab dengan tidak sabar: [Anak-anak sudah tujuh tahun, apa masih perlu didampingi setiap saat?]
"Ugh, gatal sekali ... aku kepengin banget."
Saat mudik untuk tahun baru, mahasiswi cantik yang tidur di ranjang bawahku di kereta tidur tiba-tiba kambuh penyakit tidur berjalannya. Dia menyilangkan kedua kakinya dan bagian pinggulnya terus menggeliat.
Sudah lama aku ingin mencoba menikmatinya. Kini selagi dia masih mimpi, aku pun merangkak ke tempat tidurnya ....
Mengajak pasangan jalan-jalan dengan budget terbatas bisa jadi petualangan kreatif yang justru lebih berkesan. Aku sering mengajak pacar ke taman kota atau tempat wisata alam gratis—bawa bekal makanan homemade, selimut piknik, dan playlist lagu favorit berdua. Misalnya, kemarin kami eksplor spot sunrise di bukit dekat rumah sambil bawa kopi thermos dan sandwich buatanku. Intinya, romansa itu nggak harus mahal, tapi soal effort dan quality time.
Kadang kami juga hunting diskon tiket event lokal atau pameran seni murah. Malah lebih seru karena bisa diskusi bareng tentang karya yang dilihat. Kalau lagi kencan malam, jalan kaki keliling kota sambil cari spot foto aesthetic atau nyobain jajanan kaki lima juga asyik. Yang penting komunikasi ekspektasi budget sejak awal biar sama-sama nyaman.