Aku punya prinsip sederhana: bawa sesuatu yang membuat suasana Lebaran lebih meriah. Terakhir kubawa board game keluarga dengan tema Ramadan—langsung mengakrabkan hubungan karena semua bisa main bersama. Kalau mau lebih tradisional, bingkisan berisi sirup dan gelas cantik juga selalu berguna untuk jamuan tamu. Kuncinya adalah menyesuaikan dengan gaya hidup keluarga mertua; observasi dulu kebiasaan mereka saat berkunjung.
Sebagai orang yang sangat memperhatikan detail, aku lebih suka membawa hadiah yang fungsional sekaligus bernuansa Lebaran. Parcel berisi madu premium, selai buah impor, dan teh herbal dalam keranjang anyaman selalu jadi favorit. Tahun ini aku sedang mempertimbangkan untuk membawa set perlengkapan shalat bermotif batik untuk ibu mertua—praktis tapi thoughtful. Jangan lupa padukan dengan kartu ucapan tulisan tangan! Menurutku, nilai sentimental sering lebih berarti daripada harga barang.
Membawa bingkisan saat Lebaran ke rumah mertua itu perlu dipikirkan matang karena menyangkut kesan pertama yang bertahan lama. Aku biasanya memilih paket kue lebaran premium dari toko ternama yang dikemas dalam box elegan—rasanya universal dan cocok untuk semua usia. Tahun lalu, aku menambahkan kurma premium dengan kemasan mewah sebagai pelengkap, ternyata disambut hangat sekali!
Kalau mau lebih personal, bisa juga membawa oleh-olehan khas daerahmu. Misalnya, kalau kamu dari Bandung, bawa kaos flanel atau dodol Garut. Ini bisa jadi bahan obrolan seru sekaligus menunjukkan bahwa kamu menghargai budaya keluarga pasangan. Hindari barang terlalu mahal agar tidak membuat mereka tidak nyaman.
Keluarga mertuaku pecinta kuliner, jadi aku selalu hunting makanan unik menjelang Lebaran. Pernah kubawa nampan berisi aneka keripik singkong rasa exotic seperti keju bawang dan sambal matah—langsung jadi bahan obrolan sepanjang hari! Tips dari pengalamanku: perhatikan alergi atau pantangan makanan mereka. Jangan sampai bawa kacang mede jika ada yang alergi. Kue kering homemade juga opsi bagus, apalagi jika dibungkus dalam toples lucu dengan label nama kamu. Rasanya lebih berkesan daripada beli jadi.
2026-07-12 19:59:33
25
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Oleh-oleh dari Mertua
Nyemas Sarifah Riyanto
9.9
369.9K
Sepulang dari tanah jawa, mertua membawa seorang perempuan untuk dinikahkan dengan suamiku. Aku pantang disakiti, kita akan bermain dengan elegan
Burhani meminta hadiah kepada istrinya tepat lima tahun usia pernikahannya. Namun hadiah yang dimintanya bukan berbentuk barang, melainkan izin dari sang istri untuk menikahi mantan kekasihnya dan menjadi ayah dari anak-anaknya.
Selama ini kehidupanku dan suami berjalan baik-baik saja. Kami hidup bahagia bahkan sudah memiliki sepasang putra-putri yang lucu saat ini. Hingga sesuatu yang mengusik pikiran membuatku seketika merasa gelisah.
Siapa pengantin baru di rumah mertua?
Setiap bulan suamiku menyisihkan uang lima ratus ribu di celengan ayam, dan itu berlangsung selama 12 bulan, saat menjelang lebaran , uang yang sudah terkumpul sebanyam 6 juta itu ia berikan untuk ibunya, gara-gara itu semua, kami harus berhemat dan makan seadanya, padahal Ibu mertua bukanlah orang
Tak masalah jika kedatangan ibu mertua hanya untuk berkunjung. Tapi jika kehadirannya malah membuat ulah dan menebar fitnah, maaf Bu, aku tak bisa terima.
Kata tetangga, aku adalah wanita paling beruntung menikah dengan Bayu--anak Bu Menik. Gaji full diberikan oleh suamiku. Mertua juga selalu berkata aku adalah menantu kesayangannya. Selain itu, Mertua juga hanya minta beras lima kilo setiap bulan. Tak pernah lebih.
Semua dijadikan alasan untuk aku agar selalu bersyukur tanpa ada yang tahu beban berat yang aku tanggung.
Itu juga yang digunakan untuk merendahkanku hanya karena belum melahirkan anak. Jadi, tanpa perasaan memberi saran agar suamiku menikahi wanita yang bisa memberinya anak.
Jika begitu, tidak salah kan jika aku minta mertuaku membawa pulang anak lelakinya? Biar wanita yang tidak sempurna ini menyerah dan kalah saja!
Ada sesuatu yang istimewa tentang memilih hadiah untuk mertua—rasanya seperti ingin menunjukkan rasa hormat sekaligus kedekatan. Pengalaman pribadi saya membuktikan bahwa hadiah personal selalu meninggalkan kesan mendalam. Misalnya, album foto berisi momen keluarga dengan desain custom bisa jadi pilihan bernyawa. Saya pernah membuatkan buku resep keluarga yang di dalamnya termasuk signature dish mertua, lengkap dengan cerita di balik setiap hidangannya. Mereka sampai bilang, 'Ini lebih berharga dari barang mewah.' Kalau mau sesuatu yang lebih praktis, voucher spa atau langganan majalah favorit mereka juga bisa jadi alternatif seru.
Hal lain yang sering terlupakan adalah menyesuaikan dengan minat spesifik mereka. Ayah mertua yang hobi berkebun pasti akan senang dapat set alat tanam premium, sementara ibu mertua pecinta teh mungkin akan terharu dengan koleksi teh langka beserta cerita di balik setiap kemasannya. Kuncinya adalah observasi—perhatikan apa yang membuat mata mereka berbinar saat obrolan santai.
Kemarin sempat berbincang dengan teman yang sedang mencari ide hadiah untuk ibunya di Lebaran. Aku langsung teringat pengalaman pribadi ketika membuat scrapbook digital berisi foto-foto keluarga dari tahun ke tahun. Dibikin dengan aplikasi sederhana, lalu dicetak dalam bentuk album fisik. Ibu sampai menitikkan air mata karena nostalgia yang terasa begitu personal.
Kalau mau lebih praktis, mungkin bisa pertimbangkan voucher spa atau pijat khusus ibu-ibu. Kebanyakan emak-emak jarang meluangkan waktu untuk self-care, jadi ini bisa jadi surprise yang meaningful. Pernah juga lihat ide keren di komunitas parenting: bikin custom apron dengan bordiran nama anak-anak, jadi setiap masak ibu selalu ingat keluarga.
Mertua wanita itu sosok spesial, jadi hadiahnya harus bikin hati meleleh. Pernah suatu kali aku kasih set paket spa lengkap—mulai dari pijat refleksi sampai facial—dan responnya luar biasa! Ternyata di usia 50-an, mereka justru pengin relaksasi yang berkualitas. Alternatif lain: voucher belanja di butik favoritnya. Soalnya menurut pengamatanku, ibu mertua biasanya sudah punya selera fashion matang tapi jarang beli buat diri sendiri.
Kalau mau lebih personal, album foto custom dengan frame kayu ukiran bisa jadi opsi sentimental. Isinya foto-foto perjalanan keluarga atau momen dia bersama anak-anaknya. Pro tip: tambahkan caption di tiap foto pakai handwriting font biar makin mengharukan. Oh iya, hindari barang elektronik kecuali dia spesifik minta—pengalaman pahit pernah kasih smartwatch yang akhirnya cuma numpang lebar di laci.
Liburan Lebaran di rumah mertua bisa jadi momen bonding yang asyik kalau kita kreatif. Aku suka banget ngajak keluarga main board game seru kayak 'Monopoly' atau 'Codenames'—selain bikin ketawa, ini cara ampuh mencairkan suasana. Pernah sekali waktu kami bikin kompetisi masak ala 'MasterChef' keluarga, di mana masing-masing tim harus menyajikan hidangan dari bahan yang ditentukan. Lucu banget liat mertua yang biasanya serius jadi semangat plating pakai daun pisang.
Kalau mau lebih santai, coba ajak ngobrol sambil buka album foto lama. Biasanya cerita nostalgia soal masa kecil pasangan atau tradisi Lebaran zaman dulu bakal mengalir natural. Kadang aku juga bawa portable projector buat nobar film keluarga kayak 'Ngeri-Ngeri Sedap' atau stand-up comedy special di teras belakang.
Persiapan Lebaran di rumah mertua itu kayak persiapan perang dalam versi lebih santai tapi tetep serius. Pertama, pastiin wardrobe udah disortir—baju baru atau setidaknya yang masih kinclong itu wajib, apalagi kalau pertama kali ketemu mertua setelah nikah. Jangan sampe pake kaos bolong pas sungkem, nanti dikira gak serius.
Kedua, modal oleh-oleh yang bikin berkesan. Ga perlu mahal, tapi yang ada nilai sentimentalnya, kayak kue khas daerahmu atau buah tangan dari perjalanan. Terakhir, siapin mental buat tanya jawab seputar 'kapan punya momongan?' atau 'kerja sekarang dimana?'. Santai aja, anggap aja ini sesi bonding semi-formal.