Dosen Kampret itu, Suamiku!!
“Kalau kamu lupa, papa mertua kamu juga punya perusahaan. Anak yang kamu ambil dari hidupnya, adalah anak semata wayang, yang kelak akan mewarisi perusahaannya. Kamu rela istri kamu kesusahan? Pagi bekerja, sore mengurus anak dan suami?!”
“Mohon maaf Bapak Mertua!” Anya menyela, sembari mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Kelakuannya mirip ketika berada di kelas sang suami.
“Cita-Cita Anya mau banyak duit, tapi males kerja. Papa udah setuju kok. Anya cuman boleh ongkang-ongkang kaki sama belanja ngabisin harta.. Jadi emang perusahaan itu yang pegang ya, Udin..” Anya melirik Kamarudin, “kan dia menantunya, Papa.”
Hot Chapters